oleh

Tahun 2019 – 2021 Ada 20 Orang WNA Ditangkap di Talaud

TALAUD – Tabloidjejak.co.id. Warga Negara Asing (WNA) asal Negara Filipina yang ditahan Lanal Melonguane, diserahkan ke pihak Imigrasi Kelas II TPI Tahuna, masing – masing bernama Alexander Bantiles (53) tahun dan Felix Amarela (30), Rabu (31/3/2021) di Lapangan Tembak Lanal Melonguane.

Penyerahan Kedua WNA itu, disaksikan langsung oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud yang di wakili oleh Asisten Pemerintahan Dan kesra Daud Malengsang.

Komandan Lanal (Danlanal) Melonguane Letkol (Mar) Adi Sucipto S.T., M.Tr. Hanla, kepada wartawan mengatakan, penyerahan Kedua warga negara asing, telah di lakukan dan sudah di terima oleh pihak Imigrasi kelas II Tahuna, untuk di proses secara hukum sesuai pelanggaran masing-masing.

Diketahui kedua WNA tersebut terbukti secara ilegal memasuki daerah perairan Indonesia dengan tanpa mengantongi Paspord dan surat-surat warga negara yang lengkap pada waktu lalu. Dimana salah satu WNA tersebut ditemukan nelayan dan langsung di bawa ke Desa Kalongan Kabupaten Talaud, kemudian dijemput pihak Lanal Melonguane untuk menjalani pemeriksaan.

Sementara, WNA Felix Amarela sendiri ditemukan dan diketahui, ternyata sudah lima (5) tahun berada di Indonesia dan tinggal di Desa Kalongan Kabupaten Talaud, dengan tanpa mengantonggi dokumen yang sah.

Kepala Seksi Inteljen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tahuna Wawan A. Mido mengatakan, dimana Kedua WNA Tersebut akan kami bawa untuk di proses sesuai UU No 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Diketahui wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud perbatasan langsung dengan Negara tetangga Filipina. Dan dari data Keimigrasian dalam dua tahun terakhir ini, mulai dari tahun 2019 sampai 2021, tercatat sudah ada 20 orang WNA yang diamankan karna telah melanggar UU keimigrasian dan sudah diamankan di Rudenim Manado. Sementara sebagiannya, sudah di pulangkan ke negara asal sesuai kesepakan dengan Kedubes masing masing negara,” jelas Kasek Intelejen Imigrasi.***

Peliput : Vincent L

Editor  : Henry

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed