oleh

Siswa SMA & SMK Dibebani Jadi Agen Sosialisasi Program OD SK

Amurang – Tabloidjejak.co.id. Tahun ke-empat (4) kepemimpinan Gubenur Provinsi Sulawesi Utara OLly Dondokambey dan wakil Gubernur Sulut Steven Kandow, program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan yang disingkat program OD SK, anehnya baru gencar disosialisasikan hingga siswa SMA/SMK dibebani menjadi agen sosialiasi program OD SK saat mengakhiri jabatan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur atau saat memasuki ajang Pilkada 2020.


Sosialisasi ini, “dilakukan secara berjenjang, berdasarkan instruksi Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara dr. Grace Punuh,” jelas KACABDIN DIKDA Minahasa Selatan – Minahasa Tenggara Max Lengkong, saat ditemui diruang kerjanya Selasa (18/2-2020).


Dimana menurut Max, bahwa seluruh Kacab Dinas DIKDA se-Provisni Sulawesi Utara dari 15 Kabupaten dikumpulkan di Kantor Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara kira-kira seminggu yang lalu, untuk melakukan sosialisasi OD SK kepada setiap Kepala-Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Tidak heran bila ada spanduk-spanduk OD SK di SMA dan SMK di Amurang, juga telah dipasang diseluruh SMA dan SMK se Kab. Minahasa Selatan,” tandas Max. “Bahkan seluruh SMA dan SMK se-Provinsi Sulawesi Utara, juga telah dipasang Spanduk-Spanduk OD SK,” tegasnya penuh yakin menyatakan sesuai instruksi kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Sulawesi Utara.


Program sosialiasi OD SK ini, “sebagaimana instruksi Kadis dr. Grace Punuh,” jelas Max, dilakukan secara berjenjang. Dimana kemudian semua Kacab Dinas DIKDA, harus mengumpulkan Kepala-Kepala SMA dan SMK disetiap jajaran kepemimpinannya, diminta melakukan sosialisasi program OD SK. Setelah itu, sosialiasi diteruskan kepala Sekolah kepada setiap guru-guru yang ada disetiap SMA maupun SMK.

Setelah sosialiasi program OD SK disampaikan kepada Guru-guru, maka tugas setiap guru harus melakukan sosialisasi kepada setiap siswa yang ada disemua SMA maupun SMK. Adapun menurut Max, sosialiasi tersebut dilakukan setiap apel pagi.

Sementara terkait dengan pemasangan spanduk-spanduk yang bertaburan disetiap SMA dan SMK yang ada diseluruh Provinsi Slawesi Utara, beberapa pemerhati pendidikan yang dijumpai tim Tabloidjejak.co.id, menyayangkan upaya sistemik yang dilakukan secara berulang kepada setiap siswa tersebut sebagai bagian pencucian otak.

Sehingga otak yang terecoki dengan dengan pola system seperti ini, akan mempengaruhi jati diri dan integritas siswa dalam meniti dunia pendidikan seperti ini, “kemerdekaan berpikir, telah dibelenggu dengan suatu maksud dan tujuan tertentu.” Pola ini sangat berbahaya. “Cara-cara ini sangat busuk,” tandas Recky pemerhati pendidikan Sulut. “Apalagi menjelang Pilkada akan mengundang image buruk masyarakat bagi dunia pendidikan kita di Sulut,” jelasnya kepada tabloidjejak.co.id.**

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed