oleh

Sertifikat Tanah Herman dan Sicilia Taneng Patut Diragukan Keabsahannya

MANADO – Tabloidjejak.coid. Sertifikat Kepemilikan lahan di Molas atas nama Herman Taneng dan Cisilia Taneng, diragukan keabsahannya. Pasalnya, tanah yang kini dalam penguasaan Babe Adnan Baginda Cs, merupakan tanah yang dimiliki dari hasil perombakan hutan ditahun 40-an oleh dotu-dotunya.

Dimana seluruh keturunan leluhurnya tinggal dan berkebun dilahan tersebut. Mereka tiba di Manado, karena diungsikan oleh Belanda dari Ternate. Dimana menurut Babe Baginda para Dotu-dotunya adalah para pejuang asal Ternate melawan Belanda.

Dari leluhurnya yang merupakan pejuang kemerdekan tersebut, sebagian berpencar menjadi cikal bakalnya Kampung Islam dan sebagian lagi membenyuk kampong Ternate. Sementara keluarga kamipun terpencar keberbagai tepat, baik yang mencari kerja, maupun yang mengikuti suami atau istrinya.

Khusus dilokasi pemukiman leluhur kami yang saya duduki saat ini, sejumlah telah dimakam keluarga kami ada sekitar 19 keluarga. Namun yang tercatat orang dewasa sebanyak 15 orang, sementara yang sisanya anak-anak.

Kondisi pemakaman leluhur kami, memang agak tidak terurus, setelah kami beranjak keberbagai tempat, namun kami selalu tidak lupa mengadakan ziarah bila pas mengunjungi Manado. Kami sering meminjam sapu dan perlatan parang dan lainnya, dari tetangga kami disekitar untuk membersihkan makam.

Saat ini kami harus bergulat mempertahankan makam keluarga kami ditanah dimana kami tumbuh dan dibesarkan, karena adanya pengrusakan makam dan pencurian tulang belulang leluhur kami. Dan menurut babe Baginda, tidak ada kata menyerah demi mempertahankan harkat dan martabat para dotu-dotu kami.

Pertikaian kepemilikan tanah dan makam ini, sebenarnya sudah terjadi sejak 15 hingga 20 tahun, setelah tiba-tiba muncul pengakuan kepemilikan atas nama Herman Taneng dan Cisilia Taneng. Padahal dari turunan leluhur kami, tidak satupun ada yang mengakui pernah menjual tanah dan makam kepada kedua orang tersebut diatas.

Indikator yang menjolok atas patut diragukan kepemilikannya, bahwa tanah yang diakui kepemilikannya atas nama Herman Taneng dan Sicilia Taneng, yaitu tanah yang mereka beli diakui oleh mereka, bahwa lahan mereka tidak ada makam. Namun anehnya, tanah yang ada makam keluarga kami yang dikomplain sebagai mliknya. “Ini kan lucu,justru yang ada makam,” keluar sertifikat atas nama mereka.

Sementara dari leluhur kamipun, tidak ada satupun keluarga yang mengakui pernah menjual dan atau menyerahkan tanah maupun makam yang ada diatasnya kepada keluarga Taneng. ***

Peliput : Henry & Prasetyo

Editor : Henry

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed