oleh

Sangkoy Kukuhkan dan Lantik Relawan OD SK/FDW PYR Prov. Sulut

MINSEL. Tabloidjejak.co.id – Dalam rangka meningkatkan dan penguatan sosialisasi profil calon Gubernur Wakil Gubernur Prov. Sulut dan calon Bupati Wakil Bupati Kab. Minahasa Selatan, serta misi dan visi mereka, maka dilakukan pengukuhan Tim Relawan OD SK dan FDW PYR dibeberapa daerah Kabupaten, Kecamatan dan pedesaan.  

Adalah Lans Sangkoy, SH, STh yang merupakan Ketua Tim Relawan Provinsi Sulawesi Utara for OD SK/ FDW PYR kemudian melakukan pengukuhan dan konsolidasi relawan dibeberapa daerah Kabupaten, Kota hingga ke Kecamatan dan pedesaan yang menyebar keseluruh penjuru Sulawesi Utara.

Kali ini merambah ke Kab. Minahasa Selatan, tepatnya di Desa Motoling Dua, kembali dilakukan pengukuhan dan pelantikan atas 204 orang relawan for OD SK/ FDW PYR, masing-masing 79 orang dari desa Motoling Dua, 62 orang desa Teep dan 63 orang dari desa Teep Trans (28/10/2020).

Suasana pelantikan dan pengukuhan Relawan Tim OD SK/ FDW PYR yang langsung dilakukan oleh ketua Tim Relawan Prov. Sulawesi Utara, nampak disambut masyarakat dan khususnya Tim Khusus kab. Minsel dengan penuh antusias dan meriah. Acara pun berlangsung lancar dan aman tampa hambatan.

Turut hadir pada acara tersebut beberapa petinggi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan(PDIP) Provinsi Sulawesi Utara (Prov Sulut) dan Staf Khusus Gubernur Sulut yang membidangi Kesbangpol, Max Lau Siso dan Drs. Yus Tumurang, termasuk Sekertaris Umum Relawan, Joutje Mogigir, SH.

Pada acara tersebut, Max Siso dan sespuh Partai Drs. Yus Tumurang, didaulat sebagai pembicara yang memberikan wejangan dan orasi politik sebagai penyemangat dan motivator begi Relawan-relawan yang baru dilantik.

Sambutan dan orasi politik Siso mengingatkan dan mengajak kepada seluruh relawan agar dapat bekerja dengan tulus dan jangan terpengaruh dengan  bujukan orang untuk mendapatkan imbalan tertentu. Apalagi pemberian tersebut ditawarkan agar mengikuti pilihan mereka. “Contoh, Uang atau Sembako”, tandas Max Siso, putra Talaud yang telah malang melintang hidup didunia politik.

Siso juga mengingatkan tentang suasana politik dan berbagai macam terpaan terhadap PDIP. “Seperti tudingan yang paling menyakitkan, bagaimana PDIP dituduh sebagai PKI,”  tandas Siso. Kita sangat mengerti bahwa tuduhan-tuduhan mereka itu dalam rangka membangkitkan emosi kepada PDIP. “Karna ketika bicara PDIP, berarti berbicara tentang Sukarno,” jelasnya.

“Ketika berbicara siapa yang memberikan kesan PKI, itu berarti kekuatan Orde Baru,” tuduhnya. Lebih lajut dijelaskan, yang perlu dicatat bahwa banyak catatan-catatan sejarah yang membantah bahwa PDIP itu PKI. Sukarno dalam sambutan pidato Internasionalnya dia menawarkan agar Idiologi Pancasila itu menjadi idiologi dunia,” terang Siso. Karena itu, saya berharap kepada seluruh relawan dan simpatisan PDIP, jangan termakan dengan berbagai issue miring yang tidak benar,” Siso mengingatkan, saat mengakhiri pidato politiknya.

Peliput/ penulis : Jouke  Bala

Editor : Henry

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed