oleh

Sangadi Rudi Hartono Diduga Gelapkan Dana Desa 385 Juta Rupiah

BOLMONG – Tabloidjejak.co.id. Desa Bolaang Induk Kecamatan Bolaang Timur, telah mengalokasi anggaran untuk pembangunan penerangan lampu jalan sebanyak tuju puluh (70) tiang dan alat perbengkelan yang kini menuai sorotan. Pasalnya, proyek yang dianggarkan tahun anggaran 2019 – 2020, diduga kuat digelapkan, hingga Negara mengalami kerugian 385 juta rupiah .

Hingga memasuki pertengahan anggaran tahun 2021, realisasi pembangunan lampu jalan belum juga terwujud sepenuhnya, karena sesuai hasil investigasi, hanya 25 tiang lampu jalan dari yang diprogramkan sebanyak 70 puluh tiang. Sehingga berita yang diturunkan sebelumnya, hanya merupakan penjelasan kosong Sangadi kepada wartawan Tabloidjejak.co.id.

Akibat kebohongan pada berita sebelumnya, Kepala desa Rudi Hartono menuai sorotan dari berbagai pihak, mulai dari Tokoh Masyarakat dan Aliansi Peduli Desa lainnya. Bahkan tudingan miring yang membuat masyarakat makin tidak percaya lagi kepada kepemimpin Rudi Hartono, ternyata beberapa proyek tidak terselesaikan sebagaimana mestinya, seperti alat perbengkelan yang tidak diserahkan, sehingga diduga fiktif.     

Menurut beberapa tokoh masyarakat dan dari Aliansi Peduli Desa, kepada Tabloidjejak.co.id, menyatakan bahwa telah terjadi kerugian sekitar ratusan juta. Mereka kemudian merinci, dari lampu jalan yang belum terealisasi sebayak 45 tiang yang perunit dianggarkan senilai 8 juta pertiang dari total 70 tiang dikurangi yang teralisasi hanya 25 tiang, bila dikalikan, maka kerugian atau penggelapan uang Negara telah terjadi sekitar 360 juta rupiah.

Kemudian alat perbengkelan yang juga hingga kini belum diserahkan, dengan nilai 25 juta rupiah, maka total kerugian Negara yang diduga telah digelapkan menjadi 385 juta rupiah. Informasi yang diperoleh Tabloidjejak.co.id dari masyarakat, bahwa kasus ini telah ditangani pihak Pemerintah Kecamatan.

Selanjutnya dalam penelusuran Tabloidjejak.co.id kepihak Pemerintah Kecamatan, mengakui bahwa kasus tersebut telah mereka tangani. Sebagaimana pengakuan Camat yang ditemui wartawan Tabloidjejak.co.id diruang kerjanya, menyatakan bahwa Sangadi Rudi Hartono, telah membuat pernyataan tertulis dihadapan Camat, Tim Ahli Kabupaten dan Pemda Bolmong akan menyelesaikan semua proyek yang belum terealisasi dengan tenggak waktu hingga 30 Juni 2021, namun hingga berita ini diturunkan penyelesaiaannyapun belum terealisasi.    

Padahal begitu tegas diatur dalam peraturan menteri desa pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi no 6 tahun 2020 tentang perubahan atas peraturan menteri desa pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi no 11 tahun 2019 prioritas pembangunan dana desa, tidak boleh diabaikan, apalagi merugikan keuangan Negara.

Karenanya, atas pernyataan Kepala Desa yang telah membuat pernyataan di Kecamatan yang hingga kini belum terwujud, menjadi pertanyaan masyarakat desa Bolaang, mengapa Kades mengabaikan janjjinya. Lantas dimana Bolmong Hebat ?,” tandas salah satu ketua Aliansi Peduli Desa di Kecamatan Bolaang Timur.

Karena pernyataan tertulis hingga kini belum juga nampak, maka harapan masyarakat Bolaang, agar Bupati Bolmong kiranya menyikapi dengan tegas kepada Sangadi yang telah merugikan Negara yang lebih mementingkan pribadinya,” ungkap tokoh masyarakat yang tak mau menyebutkan namanya.

Peliput : Rustam

Editor : Prasetyo

Korektor : Henry Peuru.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed