oleh

Robby : Bupati Masih Memiliki Langkah Bijak dan Pertimbangan Manusiawi

MINSEL – Tabloidjejak.co.id. Sekitar seratusan orang mantan honor dan THL Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan mendatangani Kantor Bupati Senin (17/5/2021), tepatnya jam 9 pagi, untuk menemui Bupati dan Wakil Bupati, guna menyampaikan terkait pemberhentian mereka sebagai pegawai Pemkab.

Namun langkah untuk menemui Bupati maupun Wakil Bupati tidak dapat terwujud, karena tidak berada di Kantor Bupati. Sehingga seratusan Honor dan THL harus diterima oleh salah seorang Asisten Bupati. Asisten yang ditemui, tidak dapat menjelaskan dimana keberadaan Bupati maupun Wakil Bupati saat itu.

Namun demikian, Asisten Pemkab. Minahasa Selatan, berjanji akan menyampaikan apa yang menjadi permasalahan mereka kepada Bupati dan Wakil Bupati. Sebab menurutnya, dia tidak memiliki kompetensi untuk menjawab tuntutan mereka, dan dia hanya bisa menampung dan menyampaikan kegundahan mereka.

Usai ke Kantor Bupati Kab. Minsel, rombongan yang terdiri dari Honor dan THL dari Instansi Dinas Kesehatan, Pol PP, Dinas Pendidikan, KB dan Seketariat Pemkab. Minsel yang berjumlah sekitar seratusan orang tersebut, kemudian menjambangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kab. Minsel.

Sementara di Kantor Dewan mereka tiba tepatnya sekitar jam 1 siang dan diterima oleh lintas Fraksi, yaitu : Robby Sangkoy (Fraksi Golkar), Ridel M (Fraksi Fraksi Golkar), Paulman Runtuwene (Fraksi Nasdem), Michel Sengkey (Fraksi Nasdem), Kumat Alex (Fraksi Nasdem) dan Andries Rumondor (Fraksi Demokrat) dan hanya 2 fraksi yang tidak ikut menerima mereka.

Menurut salah seorang peserta dari rombongan tersebut, kepada wartawan Tabloidjejak.co.id, bahwa dia sangat menyayangkan ketidakhadiran seorangpun dari fraksi PDIP, sehingga terasa pendapat yang disampaikan oleh ketiga Fraksi tersebut, terasa tidak lengkap, Namun dia cukup puas dengan perhatian anggota Dewan kepada mereka.

Pada pertemuan dengan lintas Fraksi tersebut, rombongan dari beberapa SKPD Pemkab. Minsel kemudian menyampaikan keluhan mereka, terkait status pemberhentian mereka yang tidak jelas,baik soal waktu kerja yang telah 10 (sepuluh) hingga 15 (lima belas) tahun, kemudian pengabdian yang begitu berat saat menghadapi covid-19, namun seolah tanpa penghargaan dari Pemkab. Minahasa Selatan, atas pengabdian mereka selama ini.

Dimana salah satu sumber kepada Tabloidjejak.co.id, menyatakan, bahwa untuk tahun kerja 2021, mereka terus mengabdi hingga Mei ini, dan dinyatakan berhenti saat mengikuti test THL di bulan Mei. Sehingga proses pemberhentian ini sangat tidak adil dan tidak manusiawi, serta tidak memiliki dasar hukum yang benar.

Robby Sangkoy yang dihubungi via Handphone, kepada Tabloidjejak.co.id. menyatakan bahwa usai menerima aparat Pemkab yang diberhentikan tersebut, mereka tidak banyak menjanjikan, namun telah menerima dan memperhatikan apa yang mereka hadapi dan alami.

“Dan kami dari lintas Fraksi langsung merespon dengan menyurati Bupati dan Wakil Bupati agar, mempertimbangkan dan memperhatikan pengabdian merek selama ini,”  tandas Robby. Terkait suasana saat ini, cukup meresahkan, agar diminta pertanggungjawaban Bupati, Robby menyatakan sikap mereka belum sampai kesana, namun masih berpendapat bahwa Bupati masih punya langkah yang bijak dan manusiawi untuk mengatasi masalah pemberhentian aparat non PNS ini.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed