oleh

Koalisi Minsel Bersatu Adukan Dugaan Ijazah Palsu CEP ke KPU

SULUT – Tabloidjejak.co.id. Setelah memasukkan surat pengaduan dan permohonan mendapatlan informasi atas data-data yang dimasukkan salah satu calon Gubernur bernama Christiany Eugenia Paruntu ke KPU Prov. Sulut, pada tanggal 15 September 2020, kembali tim Koalisi Minsel Bersatu mendatangani KPU Prov. Sulut pada tanggal 18 September 2020, sebagaimana janji mereka untuk balik paling lama 3 hari setelah surat dimasukkan.

Tepatnya hari Jumat (18/9-2020), upaya bertemu dengan pihak Komisioner KPU Prov. Sulut memperoleh hambatan yang cukup a lot, dimana pihak staff tertentu menyatakan bahwa semua Komisioner keluar daerah, bahkan berada di Jakarta. Namun KMB tidak cepat percaya dan tetap bertahan untuk berteu dengan pihak tertentu yang KMB anggap berkompeten untuk menerima pengaduan yang sudah dilayangkan.

Sekitar 1 jam setengah menunggu dan berdebat, akhirnya ketua KPU Prov. Sulut turun dari lantai 2 dan mengajak KMB  adanya dugaan Ijazah Palsu yang digunakan calon Gubernur yang berinisial CEP keruang rapat dilantai 2.

Perbincangan berlangsung cukup santai terkait dugaan ijazah palsu CEP dengan beberapa esensi penting yang diminta untuk diperhatikan terkait verifikasi dokumen jenjang pendidikan/ riwayat pendidikan yang tertera pada daftar riwayat hidup.

Sementara terkait permohonan data yang diminta untuk bisa diperoleh oleh KMB, ketua KPU menyatakan dapat diakses dilaman KPU, sambil menunjukkan bagaimana dapat membuka pada hand phone salah satu anggota KMB.

Perbincangan yang berlangsung cukup lama hingga berlangsung sekitar 3 jam lebih tersebut, cukup membuat puas utusan KMB. Usai pertemuan, didepan pintu masuk, tim KMB bertemu dengan beberapa wartawan yang biasa nongkrong di KPU Prov. Sulut, kemudian ada yang menanyakan terkait laporan KMB, namun ada yang langsung menjauh.

Sehingga terbersit dari pikiran sebagian anggota KMB, bahwa kayaknya ada wartawan titipan calon tertentu, atau wartawan mafia yang bukan tidak mungkin berkonspirasi untuk suatu maksusd tertentu menutupi sesuatu hal yang tidak benar.

Pada hari Senin (21/9-2020) tim mencoba melacak hasil wawancara sejumlah wartawan disejumlah media baik cetak maupun On line, tak satupun diperoleh. Hingga tanggal 22/9-2020 waktu penetapan  peserta calon Gubernur dan wakil gubernur Sulut 2020 – 2025, kembali KMB bertemu dengan sejumlah wartawan di KPU Sulut, mereka ternyata tidak menaikkan berita tersebut. Ternyata mereka wartawan dari CNN (Cuma Nanya Nanya). Miris wartawan masa kini.

Terkait isi surat pengaduan yang dimasukkan, pertama, meminta KPU agar meneliti dengan seksama Riwayat Pendidikan / jenjang pendidikan DR. Christiany Eugenia Paruntu, SE (Model BB2-KWK) terkait Ijazah/STTB SMP yang tidak dimiliki yang bersangkutan, sehingga dapat disimpulkan Ijazah paket C yang dimiliki harus gugur demi hukum.

Kedua, adanya 2 surat dari departemen Pendidikan Nasional yang bernomor surat sama : 6425/C.C1/MN/2008, memiliki cap berbeda satu dengan lainnya terkait status pendidikan SMP yang bersangkutan.

Ketiga, bahwa terkait Daftar Riwayat Hidup dalam dokumen model BB2-KWK yang diperoleh pada hajatan Pilkada sebelumnya, terus berbeda yaitu : SMP Harry Carlton Comprehensive School, Sutton Bonington – Notingham UK 1982 dan SMA di Harry Carlton Comprehensive School, Suton Bonington UK 1984.

Sementara pada dokumen BB2-KWK yang sama keterangan berubah SMP Harry Carlton Comprehensive School, Suton Bonington – UK menjadi tahun 1984. Dan SMAnya menjadi SMA Madrasah Aliyah Jagakarsa Jakarta Selatan.

Demikian juga adanya status pendidikan yang tercatat dalam dokumen modek BB2-KWK sebagai lulusan Akademi Pitman Central College, UK 1985, West London College. Artinya, telah ditemukan indicator terjadi pemberian keterangan palsu, atas tahun pendidikan yang tidak jelas.

Selanjut dalam surat pengaduan KMB, bahwa diperoleh surat Keterangan Hasil Ujian Nasional, tentang kuatnya dugaan palsu adalah adanya stempel berbeda, Logo hologram tahun 2009 atas surat lulus tahun 2008. Serta adanya surat keterangan perubahan nama yang menerangkan lulus tahun 2009.

Hingga hari Senin, 22/9-2020, KMB diinformasikan baru akan memperoleh sejumlah surat/ dokumen yang diminta serta penjelasannya. **

Peliput : Prasetyo & Mansur

Penulis : Mansur

Editor   : Henry P.             

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed