oleh

Ribut-Ribut Pembebasan Lahan di Sulut Kejagung RI Bakal Preteli Dinas Perkimtan Sulut

MANADO. Tabloidjejak.co.id – Pembebasan lahan atas beberapa proyek yang dikerjakan oleh Balai Pembangunan Jalan nasional XV Sulut di kota Manado, diduga berpotensi terjadi kerugian Negara. Dimana ribut-ribut lahan Batusaiki Molas ternyata, terjadi pula dibeberapa lahan Manado Outer Ring Road (MOR) III tahun anggaran 2018.  

Akibat ribut-ribut pembebasan lahan yang diduga telah terjadi penyimpangan, kini mengundang perhatian pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia. Kemudian secara mengejutkan perhatian ini berkelanjutan, untuk diadakan penyelidikan.

“Tim Penyelidik pada Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara kini mulai melaksanakan kegiatan penyelidikan atas dugaan tindak pidana korupsi Pembebasan Lahan Tanah untuk Pembangunan Ruas Jalan Manado Outer Ring Road III Tahun 2018 pada Dinas Prasarana dan Pemukiman (PRASKIM) Provinsi Sulawesi Utara,” tulis rilis resmi Kejagung melalui Kepala Pusat Penerangan Hukum Leonard Simanjuntak SH MH, Minggu (21/11).

Sejauhmana penyelidikan yang sedang dilakukan Tim, Leonard Simanjuntak, SH beberapa petunjuk dari temuan fakta-fakta baru terkait dugaan adanya penyimpangan proyek MOR III tahun 2018, belum dapat dibeberkan, karena sedang dalam penyelidikan.     

Disebutkan, kasus tersebut berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara. “(Surat perintah penyelidikan) Sebagaimana Surat Perintah Penyelidikan Nomor: PRINT-11/P.1/Fd.1/11/2021 tanggal 19 November 2021 yang ditanda tangani oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara,” tandas Kapuspenkum Simanjuntak, tanpa merinci lebih detail siapa saja yang bakal diperiksa dalam kasus ini.

Salah satu staff Dinas Perkintan Prov. Sulawesi Utara yang dihubungi terkait rencana pemeriksaan dari tim Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, menolak memberikan keterangan, sambil menyatakan hingga kini saya belum mendengar hal yang saudara tanyakan, sambil menutup handphonenya. ***

Peliput : Antonius, Jemmi, Henry

Editor : Henry Peuru

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed