oleh

Ratusan Pendemo Mantan Honor dan THL Pemkab. Minsel Akan Datangi Dewan dan Bupati Minahasa Selatan

AMURANG – Tabloidjejak.co.id. Polemik pemberhentian aparat pemerintah daerah yang berstatus Honor Daerah, K2 dan THL di Kabupaten Minahasa Selatan mulai dari tingkat Kesekertariatan, SKPD, hingga ke hampir seluruh pemerintahan desa, kini hampir menyentuh diangka seribuan.

Pemberhentian masal yang terjadi secara serentak dan spetakuler ini, merupakan baru yang pertama terjadi di Indonesia. Tak heran, kian mengundang polemic dan perbincangan hangat diseantero nusantara dimana orang-orang Minahasa Selatan berada.

Suasana panas yang kini menjadi pembicaraan dimana-mana terkait tebas tuntas sekitar ribun aparat yang telah mengabdi bertahun-tahun di Pemkab Minsel ini, kini menciptakan keresahan serius bagi keluarga dan masyarakat Minsel mulai dari Kota Amurang hingga keseluruh penjuru desa.

Menghadapi suasana Covid-19, yang telah berpengaruh atas perputaran ekonomi masyarakat Minahasa Selatan yang terus mengalami penurunan serius, kini harus berhadapan dengan nasib ribuan masyarakat Minsel yang akan menjadi pengangguran, yang tentunya akan membuat kian melorotnya kondisi social ekonomi masyarakat Minsel.

Keresahan yang telah berjalan memasuki 2 bulan ini, akan terlihat hampir setiap hari Dewan Kab. Minahasa Selatan harus menampung keluhan masyarakat yang berdatangan dari berbagai desa-desa, termasuk laporan-laporan secara perorangan dari beberapa aparat honor dan THL Pemkab Minsel.

Khusus aparat pemkab Minahasa selatan yang dirumahkan, dengan tanpa alasan dan kejelasan dasar pemberhentian sekitar ratusan Honor dan THL ini, berdasarkan informasi yang masuk ke Redaksi Tabloidjejak.co.id, sekitar jam 8 malam, menyatakan akan melakukan damai ke Dewan Minsel dan Pemkab. Minsel pada senin (16/5/2021).

Informasi tersebut menyebutkan, bahwa mereka yang telah bersepakat akan turun melakukan demo damai tersebut, masing-masing dari SKPD Kesehatan dan Pol PP, yang berjumlah sekitar seratusan aparat yang dirumahkan.

Adapun yang menjadi alasan pergerakan yang akan mereka lakukan tersebut, terkait dengan dasar dan alasan pemberhentian. Demikian juga, menyangkut rekrutmen THL baru yang ditengarai penuh dengan kejanggalan dan permainan.

Apalagi, menurut sumber tersebut, bahwa mereka yang telah berjuang sebagai garda terdepan dalam mengatasi covid-19, saat gencar-gencarnya instruksi pemerintah harus mengawasi dengan ketat dengan resiko sering berbenturan dengan masyarakat dan bahkan keluarga yang harus ditinggalkan, “kok harus dirumahkan,” Tandas sumber tersebut kesal.

Pengabdian mereka yang selama ini, yang telah lakukan, sangat tidak dianggap oleh Pemkab. Minsel. Padahal, sepatutnya, Pemerintahlah yang harus memberi contoh mengayomi masyarakat, apalagi sudah dimanfaatkan untuk pemberdayaan manajemen pemerintah daerah.

“Nah mengapa kami yang sudah berjuang dan bekerja mati-matian tidak dihargai ?. Ada apa dengan kebijakan yang tidak manusiawi ini ?. Apakah wajah pemerintah sudah tidak memiliki perasaan yang manusiawi lagi ?, Urai sumer tersebut memelas. Akhir keluhannya, sumber tersebut meminta, kiranya wartawan Tabloijejak.co.id, dapat hadir mengikuti dan mengawal maksud pertemuan dengan Dewan dan Bupati. ***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed