oleh

Proyek Preservasi Jalan Worotikan – Poopo – Sinisir 2019 Diduga Terjadi Manipulasi Spec dan Konstruksi Jalan

Tabloidjejak.co.id – MINSEL- BOLTIM. Proyek preservasi jalan Worotikan – Poopo – Sinisir tahun anggaran 2019, ternyata dikerjakan secara tidak benar atau tidak sesuai specifikasi. Dimana beberapa lokasi pekerjaan dikerjaan secara tidak patut.

Proyek berbandrol sekitar 40 M tersebut, dengan pembiayaan dari APBN tersebut, mengalami kerusakan serius, khususnya pembangunan drainase dibeberapa tempat. Dimana kerusakan tersebut bisa terjadi, karena susunan batunya dengan semen campuran 1 (satu) banyak.

Selain drainase, yang dibangun dengan manipulasi campuran semennya, juga pembangunan bahu jalan, ada yang dikerjakan dengan pihak ketiga, yang dilakukan campuran semen pasir secara manual. Padahal menurut pak Windu sebagai PPK proyek, menjelaskan bahwa khusus untuk badan jalan dan bahu jalan dikerjakan oleh kontraktor utama dan tidak bisa disubkon-kan.

Demikian pula saat meeting bersama dengan Kepala BPJN Wilayah XV Manado, Kasatker menegaskan, tidak ada pencampuran yang dilakukan secara manual, namun diambil dari perusahaan yang memproduksi campuran khusus, dan dikerjakan sepenuhnya oleh kontraktor pemenang tender.

Menurut pengamat jalan LSM ARUN Frets Ingkiriwang yang bergerak secara serius memantau pembangunan jalan khususnya yang dilakukan oleh BPJN Wilayah XV Manado, pihaknya memang banyak menemukan pekerjaan yang berkualitas buruk dan tidak sesuai specifikasi yang ada.

Semua kerusakan yang terbilang serius itu, menurut Ingkiriwang, bahwa karena adanya pekerjaan yang diserahkan kepada pihak ketiga, yang tidak jelas kualitas perusahaannya, serta asal-usulnya kontraktor nino tersebut.

Penyerahan kepada pihak ketiga pun, diberi beban pembiayaan yang sangat kecil, akibatnya, kontraktor mini tersebut harus melakukan manipulasi campuran agar dia juga bisa memperoleh keuntungan. Sehingga dari manipulasi proyek tersebut, yang dikerjakan-pun, mudah rusak. Bahkan ada yang rusak parah.

Sehingga kerugian Negara yang terjadi, sangat besar. Dimana, sumber material yang tidak jelas, seperti menggunakan batu oplosan, juga dengan menggunakan campuran satu banyak, serta manipulasi ketebalan konstruksi drainasi dan atau bahu jalan. ***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed