oleh

Proyek Jalan Provinsi Memilukan

Bolmong – Tabloidjejak.co.id. | Dari sejumlah ruas jalan provinsi yang tersebar di 15 daerah Kota dan Kabupaten di Sulawesi Utara, sesuai SK Gubernur No 135 tahun 2018. Bolmong Raya hanya memperoleh sekitar 6 ruas jalan, Nusa Utara sekitar 7 ruas jalan, sementara Minut – Bitung sekitar 20 ruas jalan dan Tondano Tomohon sekitar 20 ruas jalan.

Khusus Kabupaten Bolmong kebagian 1 ruas jalan provinsi di Pinogaluman – Labuan Uki, berupa pekerjaan peningkatan dengan nilai anggaran Rp. 1.985.773.000,- yang bersumber dari APBD Provinsi tahun anggaran 2019.

Proyek dengan nomor kontrak : II/SP/PPK/T/PRJ-PLU/APBD/VI/2019 yang tertera pada papan proyek, tidak menguraikan tanggal kontrak. Dimana terlihat dikerjakan dipenghujung tahun. Akibatnya, kerja kebut kebutan tersebut, terlihat asal-asalan dan sangat meragukan kualitas pekerjaannya.

Peningkatan jalan dijalur pelabuhan yang dikerjakan oleh CV KARYA MANDIRI PERKASA, dengan waktu pelaksanaan 120 hari kalender tersebut, terpantau diduga melakukan berbagai kecurangan dengan menggunakan batu oplosan untuk menghindari beban PPN dan PPH.

Disamping perbuatan curang menggunakan batu oplosan baik pada ruang galian penyesuaian jalan dikiri kanan jalan untuk LPBnya, juga melakukan hamparan LPA yang sangat tipis tidak lebih dari 5 cm yang tidak merata disemua badan jalan, sehingga masih terlihat aspal lama dibeberapa tempat, kemudian dilakukan pengerasan.

Sementara waktu yang masih diguyur hujan lebat, sehingga membuat seluruh badan jalan terlihat berbecek, langsung dilakukan pengaspalan jalan, sehingga terpantau tidak mungkin lapisan lem jalan bisa efektif terjadi. Dimana kuat dugaan tidak sesuai kontrak kerja atau terjadi perbuatan curang yang mungkin sengaja dibiarkan.

Masyarakat yang melintasi pada jalan tersebut merasah heran, ” ko bisa, pekerjaan pengaspalan terus saja berjalan sedangkan jalan yang harus diaspal dalam kondisi berair,” ucap seorang warga yang enggan namanya dipublish,” kepada tabloidjejak.co.id.

Ketika dikonfirmasi oleh awak media, senin (14/10/2019) pada salah seorang pengawas lapangan, katanya mereka buru-buru karena aspal akan dingin dan takut kena TGR.  “Sehingga mereka terpaksa melanjutkan pekerjaan meski jalan dalam kondisi berair,” tandasnya.

Menurut Sekertaris DPD LSM Inakor Bolmong Ibrahim Nata bahwa dengan kualitas jalan yang  buruk ini, bukan tidak mungkin jalan ini tidak lebih setahun, pasti akan rusak lebih cepat dari ketentuan lama waktu yang sesungguhnya. Apalagi khusus jalur jalan pelabuhan ini, dilintasi kendaraan rata-rata berbobot antara 60 s/d 70 ton.

Karenannya, Ibrahim berharap pihak aparat hukum untuk segera melakukan pemeriksaan dan penyelidikan seluruh pekerjaan, yang kuat dugaan telah terjadi perbuatan curang dan pembiaran perbuatan curang atau terjadi konspirasi, sehingga telah merugikan keuangan Negara.   

”LSM kamipun kini sedang melakukan pendalaman atas pekerjaan ini, sambil menunggu pihak aparat hukum meresponi himbauan kami,” tegas Ibrahim. **

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed