oleh

Proyek BPJN Wil. XV Manado Jembatan KALIAKEL Diduga Bermasalah

Tabloidjejak.co.id – MINAHASA. Adanya pengerjaan proyek jembatan Kaliakel yang menghubungkan desa Tumpaan dengan desa Kayuwatu, Kecamatan Kakas Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara tersebut, kini mengundang kecurigaan serius oleh LSM KIBAR.

LSM Kibar yang begitu getol membogkar berbagai kepincangan dan penyelewengan pekerjaan proyek pembangunan baik yang bersumber dari pembiayaan APBD, apalagi yang bersumber dari pembiayaan APBN, yang telah merugikan keuangan Negara, kali ini mendapati adanya dugaan penyimpangan pada proyek Jembatan yang berlokasi di desa Tumpaan dan desa Kayuwatu tahun anggaran 2020/ 2021.

Proyek berbandrol 6.872.891.000 rupiah dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jendral Bina Marga Balai Jalan Nasional Wilayah XV, Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Sulawesi Utara, dalam pelaksanaannya, menurut laporan LSM KIBAR yang dikirim ke redaksi Tabloidjejak.co.id, perusahaan yang mengerjakan jembatan tersebut hingga waktu yang ditentukan sepatutnya sudah berakhir, justru baru mengerjakan sekitar 60 %.

Dimana proyek yang sumber dananya dari APBN 2020/2021 dengan nilai kontrak Rp. 6.872.891.000,- (enam milyar delapan ratus tujuh puluh dua juta delapan ratus sembilan puluh satu ribu rupiah), serta tanggal kontrak 28 April 2020 dengan nomor kontrak HK.02.01/PJN.I.Sulut-1.5/307, sesuai perhitungan LSM Kibar, seharusnya selesai pada tanggal 31-3-2021 bila dihitung 377 HK sebagaimana waktu pelaksanaannya.

Keanehan lain, pekerjaan jembatan yang pelaksana CV. ASRINDO PUTRA MANDIRI, tanpa pengawasan konsultan tertentu, termasuk tidak adanya Direksikit, sehingga telah menyebabkan pekerjaan tanpa tuntunan dan pengawasan, melahirkan pekerjaan yang terlihat asaal-asalan.

Sudah waktu yang terlambat dengan pekerjaan yang baru diselesaikan sekitar 60%, sisa-sisa jembatan lama berupa fondasi jembatan masih nampak, dan hanya ditambahkan hingga menjadi lebih tinggi. Sementara berdasarkan pemantauan LSM KIBAR, para pekerja tidak disediakan sefti pengamanan seperti helm, rompi dan boot.

Menurut ketua LSM KIBAR Andreas R. Lasut, SH., STh., M.Theol, melalui coordinator investigasinya, kepada Redaksi Tabloidjejak.co.id, bahwa dalam waktu dekat, pihaknya akan mendatangi Balai Jalan dan Jembatan Nasional Wilayah XV Manado, untuk menanyakan sejauhmana pengawasan internal BPJN terhadap pekerjaan proyek tersebut. ***

Stevanus Sarayar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed