oleh

Produksi dan Penjualan Kelapa Biji maupun Kelapa Bibit PTP. Nusantara XIV Unit Manado Halmahera Semua Tercapai Maksimal

Tabloidjejak.co.id MANADO. Kuat Dugaan, PTP. Nusantara XIV Nusantara Unit Sulut – Halmahera, melakukan manipulasi laporan produksi ke pusat manajemen PTP. Nusantara XIV Nusantara Unit Sulut – Halmahera.

Bocornya dugaan laporan manipulasi produksi PTP. Nusantara XIV yang diduga dimainkan oleh konspirasi manajemen di Badan Usaha Negara tersebut, dari pengakuan manejer PTP. Nusantara XIV Manado saudara Wahyu, bahwa BUMN tersebut sejak dilakukan penyatuan dari beberapa PTP hingga menjadi PTP. Nusantara XIV sejak tahun 1996 hingga kini tahun 2021, belum dapat menyelesaikan hutang-hutangnya.

Berbagai kesulitan ini juga, ditambah dengan kondisi kelapa yang sudah tua, sehingga terjadi penurunan produksi. Sudah begitu, hingga kini tidak ada pengembangan usaha lainnya, untuk menopang keuangan perusahaan. Akibatnya, terjadi kesulitan keuangan, “misalnya untuk pembayaran pensiun karyawan, sebagaimana yang bapak tanyakan,” tandas Wahyu.

Mencermati keterangan Manajer yang didampingi salah seorang stafnya, saat diwawancarai di ruang kerjanya, wartawan tabloidjejak.co.id, lantas melakukan penelusuran penyebab jebolnya produksi dan turunnya kemampuan produksi perusahaan Negara tersebut.

Adalah Avdeling Tiniawangko dan Boyong Atas selama ditelusuri sebagai sampel, untuk menemukan sejauhmana kondisi perkebunan tersebut. Dimana menurut salah seorang mantan asisten di Boyong Atas, bahwa selama dia menjabat sebagai Asisten, dia diminta untuk menyetor praoduksi sebesar 25 ton. “Dan selama itu juga, semua permintaan tersebut terpenuhi, dan tidak pernah terjadi penurunan sama sekali,” tandasnya.

Dijelaskan pula, khusus perkebunan Boyong Atas dengan luasan sekitar 200 ha, yang berproduksi sekitar 25 ton, hanya menjual kelapa biji. Dimana produksi yang ditargetkan kepadanya, berproduksi setiap bulan. “Dan rata-rata produksi yang ditarget setiap bulan tersebut, semua dapat tercapai, bahkan bisa lebih,” terangnya.

Menurutnya, kemampuan produksi pohon kelapa,sangat bergantung pada kebersihan lahan perkebunan yang ada disisi lain, dan pengawasan keamanan atas jaminan produksi dari pencurian. Dan khusus untuk pohon kelapa yang ada saat ini, masih dalam puncak produksi. “Tanaman kelapa kan lama masa produksinya,” tandasnya. Dan selama ini baik kebersihan dan keamanan cukup terjamin.               

Sementara pihak avdeling Tiniawangko, yang memiliki lahan sebesar sekitar 500 ha, memberikan konstribusi produksi kelapa sebanyak sekitar 30 ribu hingga 35 ribu biji perbulan, ” ujar sumber Tabloidjejak.co.id. Dimana jenis produk yang dipasarkan, hanya berupa bibit kelapa.

Ketika ditanyakan mengapa tidak dibuat kopra atau dijual biji saja, sumber tersebut menyatakan, bahwa kalau kopra, kami tidak adakan. Dan kalau biji, hanya untuk Boyong Atas. Di Tiniawangko, khusus produk bibit. Terkait harga perbibit, menurutnya, itu pusat di Makasar dan Manado yang tau. “Saya tidak tau,” urainya.

Terkait apakah setiap bulan dapat menjangkau pembibitan hingga 35 ribu biji, menurutnya semua dapat dikerjakan. “Kan untuk panen hanya memakan beberapa hari, dan kemudian langsung dibawah kepembibitan,” jelasnya. Dan semua dapat diselesaikan, setiap bulan berjalan.

Ketika ditanyakan apakah tidak ada bibit yang terlantar, menurut sumber tersebut, bahwa semua langsung diangkut oleh pembelli yang sudah ada, setiap bulannya. “Selama ini, tidak ada yang tidak terjual hingga saat ini,” terangnya.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed