oleh

Polres Minut Tangkap Pengedar Uang Palsu, BI Ingatkan Terawang 3D

MINUT – Tabloidjejak.co.id. Polres Minahasa utara berhasil mengungkapkan peredaran uang palsu senilai Rp.202.200.000 dalam jangka waktu dua hari yang dilakukan tersangka SM (46) yang beralamat di Desa Matungkas Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara.

Kapolres Minahasa Utara AKBP Bambang Wibowo melalui kasatreskrim AKP Fandy Ba’u dalam press confrence mengatakan ungkapan pengedaran uang palsu berawal dari laporan masyarakat saat saksi mengisi BBM di SPBU Kolongan pada 2 Oktober 2021.

“Menerima laporan tersebut, kami langsung ke TKP dan mengamankan saksi kemudian melakukan pengembangan, ternyata saksi terima uang tersebut dari hasil hubungan sesama jenis sebesar 300 ribu dengan tersangka, kemudian meminta lagi uang kepada tersangka 2 juta rupiah,” ucap Kasat Ba’u di Aula Tribrata Polres Minut, 27 Oktober 2021.

Lanjutnya, setelah ditelusuri, diperoleh informasi tersangka SM berdomisili di Perum viola Matungkas. Penangkapan dan penggeledahan dilakukan, dan diperoleh sejumlah uang palsu yang masih disimpan tersangka SM sebanyak 1.649 lembar dengan nilai uang sebesar Rp. 1.649.000 rupiah palsu.

Penelusuran lebih lanjut, masih ada uang tersimpan pada temannya. Pengakuan temannya, bahwa uang palsu tersebut, tidak diketahuinya, karena dibungkus dengan kertas HVS yang katanya dokumen dari Lembaga Kordinasi pengawas Korupsi (KPK) dan jumlah uang palsu yang telah di belanjakan sebesar Rp. 37. 300.000 dipakai membeli AC, sepeda motor cash di dealer Honda dan lain-lain,” tuturnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan, tersangka berawal dari bisnis mencari barang antik dan melipat gandakan uang. Yang bersangkutan kehilangan uang asli di daerah luar Sulut dan kemudian ditawari teman bisnis uang palsu 200,2 juta.

“Tempat pembuatan serta alat-alat yang digunakan berada diluar Provinsi Sulut,” kata mantan Kasat Narkoba Minut ini. Lebih lanjut dijelaskan, setelah pihaknya melakukan penyelidikan dan mengamankan barang bukti, Polres Minut kemudian menyerahkan kepada Bank Indonesia untuk dilakukan penelitian dan dlakukan iuji laboratorium material.

Sementara, perwakilan Bank Indonesia (BI) Maykel Rori mengatakan, dari hasil penelitian dan analisis uji laboratorium BI uang tersebut dinyatakan tidak asli alias palsu.

“Cara uji uang asli dan palsu dengan mengenal 3D, Diraba, Dilihat dan Diterawang. Dilihat warna uang berbeda,terdapat benang pengaman. kalau dilihat seperti dianyam tapi kalau diterawan seperti satu kesatuan yang utuh. Uang palsu hasil printing.
Tinta berubah warna. disudut kiri bawah dilihat dari sudut pandang yang berbeda akan berubah warna. Uang asli jika diraba kasar dan timbul, terdapat tulisan kecil BI yang hanya bisa dilihat dengan alat bantu kaca pembesar, sedangkan palsu tidak terpenuhi. Cetak logo retaferso ada cahaya alat bantu ultraviolet, ada tanda air dan tampak gambar pahlawan,” ucap Rori.

Rori mengimbau kepada masyarakat agar cinta rupiah dan memahami keaslian rupiah. Ingat 3D dilihat, dirabah dan diterawang. “Semoga uang rupiah yang beredar di minut benar-benar uang asli,” ucapnya.

Kasatreskrim menegaskan, pasti akan ungkapkan kasus pengedaran uang palsu ini sampai keakar-akarnya. Tersangka dikenakan undang-undang no 7 pasal 36 ayat 2 ancaman maksimal 12 tahun penjara.

Peliput : Jansen Rarung

Editor : Prasetyo

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed