oleh

Politeknik Pelayaran Sulut Acuh Makin Nekat

Amurang – Tabloidjejak.co.id. Sekolah Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara milik Kementarian Perhubungan Dirjen Perhubungan Laut yang berlokasi di Tawaan Timur Kec. Tenga yang sudah dibangun sejak tahun 2012 atau telah berjalan sekitar 8 tahun, ternyata terus membuat masalah.

Setelah pembangunannya ditempatkan tidak sesuai lokasi berdasarkan kesepakatan pembebasan lahan, juga telah mengambil lebih dari luas lahan yang dibebaskan oleh Pemerintah kabupaten Minahasa Selatan, ditahun 2019 kembali buat ulah membangun talud penyanggah pagar yang roboh sekitar 1,5 meter kali 100 meter lebih dengan mengambil lahan milik Tumbuan dengan tanpa seizin pemilik lahan.

Robohnya pagar tembok sekolah politeknik pelayaran tersebut, diduga pembangunan pagar yang konon disubkan kepada mantan hukum Tua Tawaang Timur Lian Mandey tidak sesuai spek, sehingga pagar sekolah tersebut rentah roboh.

Dugaan penyimpangan pekerjaan tersebut, juga ternyata menyimpan masalah tidak lunasnya pembayaran yang dilakukan kepada kepala bas kerja yang bernama Jouke Balla. Jouke Balla beberapa waktu lalu kepada Tabloidjejak.co.id menyatakan, bahwa seluruh pekerjaan yang dia kerjakan tidak sepenuh dibayar.

Dari pekerjaan yang dia kerjakan dalam membuat pagar tembok tersebut, dia sampai menjual dua kendaraan roda duanya, harus dia jual untuk membayara gaji dari pekerja yang ikut membantu mengerjakan pagar sekolah pembayaran.

Ketika dikonfrimasi terkait kualitas pengerjaan atas pagar tembok tersebut, Jouke mengakui bahwa pekerjaan pagar tersebut tidak sesuai spek. Namun saya hanya mengikuti instruksi oleh subkon yang memberi pekerjaan kepada saya.

Menurut Jouke, bahwa kedalam galian fondasi sedalam 4 meter, dan untuk lapisan fondasi bawahnya harus dicor dengan semen. Namun ketika itu, hanya dimasukan batu dan pasir tanpa semen, hingga permukaan tanah. Dan nanti diatas permukaan tanah baru diberi semen. Makanya, pagar tersebut tidak kuat. Dan kalau kemudian ada yang roboh, memang itu sudah merupakan konsekwensi pekerjaan yang tidak benar. **           

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed