oleh

Pilkada Kab. Minahasa Selatan Akhirnya Bisa Berlangsung

Amurang – Tabloidjejak.co.id. Setelah kegalauan rakyat Minahasa Selatan yang diterpa polemic APBD tahun 2020 ditangan kelompok 16 (PDIP + Demokrat + Perindo + PAN) yang terus menolak pembahasan APBD hingga dipenghujung tahun 2019, hingga gundahnya elit Politik Minsel yang merasa pesimis atas penyelenggaraan Pilkada Minsel.

Maka adalah Politisi Golkar yang juga wakil Ketua DPRD Prov. Sulut Jak Koyongian lantas menyerang Pemprov Sulut sebagai yang harus bertanggungjawab atas pembiayaan dan penyelenggaraan Pilkada Kab. Minahasa Selatan tahun 2020.

Namun Upaya untuk meminta pertanggungjawaban pihak Pemprov. Sulut agar menyediakan dana atas penyelenggaraan Pilkada Kab. Minahasa Selatan, dihadang politisi Minsel dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Sandra Rondonuwu, dengan sejumlah komentar yang menyudutkan tudingan Wakil Ketua DPRD Prov. Sulut Jak Koyongian, sebagai tidak beralasan.

Tapi kerja keras dan perjuangan Partai Golkar yang terus bergerak hingga ke Pusat, akhirnya berbuah hasil yang kini menggembirakan Rakyat Minsel bahwa penyelenggaraan Pilkada Minsel yang terhadang kelompok misterius tertentu, akhirnya dapat diselenggarakan.

Dimana kini pihak Kementerian Dalam Negeri dalam hal ini Dirjen Bina Keuangan telah memanggil pihak Pemerintah Kab. Minahasa Selatan yang terundang langsung Sekda Minsel dan Kaban Keuangan beserta penyelenggara Pilkada Minsel yaitu Ketua KPU dan Bawaslu terkait masalah penyediaan dan pencairan dana PILKDA melalui radiogram tertanggal 9 Maret 2020.

Dalam surat tersebut, dijelaskan pula bahwa yang mengalami kendala pembiayaan serius terkait penyelenggaraan PILKADA serentak di Indonesia, “ada beberapa kabupaten antara lain : Labuan Batu Utara, Mandailing, Nias selatan, Pangkep dan Minahasa Selatan,” tandas sumber terpercaya tabloidjejak.co.id. **    

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed