oleh

Penyelundupan Mobil Mewah Pajero Dewan Kab. Minsel Antara Ada dan Tiada

MINSEL – SinarPERSada.com. Selama ini yang menjadi kisruh dan membuat perbincangan selalu menjadi ramai dan menarik salah satunya adalah soal penyeludupan mobil mewah dari luar negeri ke Indonesia yang dilakukan para mafia.

Penyelundupan mobil mewah tersebut, dipengaruhi oleh keinginan tinggi yang cenderung agar dilihat orang-orang, sebagai orang kaya yang bergelimang harta, dimana disamping itu, untuk menempatkan diri pada status social sebagai kaum the HAVE.

Penyelundupan mobil juga, selain soal keinginan tersebut diatas, juga bermotif untuk mengurangi beban-beban resmi yang memang terbilang sangat mahal, sehingga mensiasati dan atau mengabaikan prosedur dengan menghalalkan segala cara. Akibat perbuatan tersebut, menjadi sorotan public dan incaran aparat hukum.

Kasus penyelundupan mobil mewah ke Indonesia ini, di Minahasa Selatan punya cerita sendiri, yang nampaknya hampir sama. Dimana mobil terbilang mewah dipandang masyarakat Minahasa Selatan yang kini menjadi viral di medsos, adalah dugaan masuknya Pajero berbandrol separuh miliar lebih ke Dewan Kab. Minsel.

Sementara dugaan penyelundupan mobil mewah PAJERO tersebut, terjadi disaat bencana alam menimpah Minahasa Selatan dan Sulut umumnya yang begitu memiriskan keadaan rakyat yang tertimpa bencana alam harus kekurangan pasokan makanan. Sementara bantuan bencana alam hanya dialokasikan sebesar 62 jutaan pertahun anggaran 2021 oleh Pemda dan Dewan, sebagaimana pengakuan pihak Dinsos Kab. Minahasa selatan kepada tim wartawan Tabloitjejak.co.id. “ Sangat memalukan memang,” tandas sumber.

Sekda Minsel yang sempat dijambangi saat pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih di Bumi Beringin, menyatakan, bahwa tidak ada mobil mewah PPAJERO tersebut. Demikian juga pihak Biro Umum Pemda Kab. Minsel tidak mengetahui adanya mobil mewah PAJERO yang kini jadi perbincangan serius masyarakat Minahasa Selatan dimedsos.

Sementara pihak asset DPRD Kab. Minahasa Selatan yang ditemui di gedung DPRD Kab. Minahasa Selatan Rabu (10/3-2021), juga menyatakan hal yang sama, bahwa mobil mewah PAJERO hingga kini belum ada yang tercatat sebagai asset Dewan. Pertanyaan yang dilakukan berulang-ulang pada bagian asset, tetap menyatakan tidak ada catatan PAJERO dalam asset Dewan. “Baik bukti penyerahan dari pihak manapun dan dalam bentuk apapun, apalagi pencatatannya,” tegasnya.       

Lantas benarkah misteri penyelundupan mobil mewah PAJERO ke Dewan yang kini menjadi perbincangan ditengah-tengah masyarakat yang diviralkan salah seorang anggota berinisial ROSA dari partai G hanya hoaks?.

Tim Tabloidjejak.co.id kemudian menelusuri dugaan adanya mobil mewah tersebut di DPRD Kab. Minsel Rabu (10/3-2021) yang selama ini tidak diakui pihak-pihak tertentu. Putar sana sini mata jelatan kesemua lini lahan parkir DPRD Kab. Minsel, lantas melihat adanya 2 mobil PAJERO berwarnah putih, masing-masing, berpelat merah DB 2 E dan DB 8 E.

Menurut sumber Tabloidjejak.co.id, mobil DB 2 E dipakai Wakil Bupati Kab. Minsel. Dimana menurut sumber tersebut, bahwa pengadaannya, memang dialokasikan penganggarannya  untuk Wakil Bupati. Sementara ada 2 mobil PAJERO lainnya yang berDB 8 E dan satunya belum terpantau, tidak direncanakan dan dianggarkan apalagi dibahas, karena memang mobil yang mereka pakai saat ini, baru 1 tahun diadakan.

Bukti keberadaan mobil mewah PAJERO berpelat merah DB 8 E dipelataran parkiran resmi DPRD yang dipakai Wakil Ketua DPRD Kab. Minsel Paulman Runtuwene dari Partai Nasdem, tak dapat terbantahkan. Sementara menurut sumber, mobil mewah PAJERO lainnya, masih tersimpan di garasi salah satu Wakil Ketua DPRD. Sehingga misteri PAJERO Hoaks terjawab sudah, antara ada dan Tiada.

Tentunya soal tudingan hoaks atas diviralkannya mobil mewah PAJERO yang konon tidak pernah dibahas di DPRD oleh oknum anggota Dewan ROSA bukan hal yang mudah dibilang hoaks, karena harus berhadapan dengan tanggungjawab secara hukum. Sebab bila hoaks, ROSA dapat dipidanakan sebagai perbuatan fitnah kepada lembaga terhormat DPRD Kab. Minsel. Dan siapapun dapat melaporkan fitnah ke Kepolisian, bila yang dilontarkan ROSA tidak benar. ***  

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed