oleh

Penyebaran Covid-19 di Kota Manado Akan Terus Melonjak

MANADO. Tabloidjejak.co.id – Tingkat penyebaran COVID-19 di Kota Manado terus naik tajam. Pasalnya, kerumunan orang yang terjadi diberbagai tempat di kota Manado, hampir tidak dapat dicegah. Entah di Pasar, Mall, Rumah kopi dan Caffe, masih saja terjadi, hingga bulan September 2020 ini.  

Pada peta risiko Satgas COVID-19 per 6 September 2020, Manado berada pada zona merah atau risiko tinggi penyebaran corona. Beberapa pakar menganggap, kemungkinan terjadi akan terus terjadi, karena didesak dengan kebutuhan hidup.

Disamping kerumunan orang yang tidak dapat dikendalikan, kita juga akan sering melihat beberapa orang tidak memakai masker. Sementara soal cuci tangan, hampir tidak dilakukan pada saat masuk kekantor atau ke tempat-tempat belanjaan. Hampir rata-rata tempat cuci tangan sudah tidak berfungsi, alias rusak dan ditinggalkan begitu saja, tanpa diperbaiki.

Fakta ini diceritakan, Arter Malonda, saat bersua dipusat perbelanjaan pasar 45 Kota Manado. Sudah tidak dipenuhinya cuci tangan, jarakpun hampir tidak diperhatikan. Akibatnya, soal gesekan satu pengunjung dengan pengunjung lainnya, sering terjadi.

Parahnya lagi, beberapa masyarakat yang ditemui wartawan menyatakan, tinggal baku tahan kabal jo torang. “Sapa yang nyanda kabal dia yang mo mati duluan,” tandas Arter. “Habis klu nyanda mo mancari, torang mo makan apa,” tegasnya.

“Sepatutnya, perlu dibangun sinergitas antara masyarakat dengan Pemerintah Daerah, terkait penanganan covid-19,” jelas Arter. Hal ini dimaksudkan agar terjadi dialog yang luas untuk dibicarakan sampai ditingkat mana kemampuan Pemerintah dalam menangani Covid-19, serta sejauhmana partisipasi masyarakat dimaksimalkan untuk dilibatkan baik kesadarannya menghadapi cara hidup baru, maupun dukungan partisipasi lainnya.

Kita lihat saja, begitu banyak tong-tong ditempatkan dibeberapa tempat yang dianggap strategis, namun ternyata tidak ada airnya, juga sabun yang tersedia ditempat tersebut tidak ada. Lantas bagaimana kita bisa menekan penyebaran covid-19. **

Peliput : Ino

Editor : Parsetyo

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed