oleh

Penarikan Kewenangan & Regulasi rugikan Negara Ribuan Miliar

Tenga Minsel – Tabloidjejak.co.id I Penarikan kewenangan dan perubahan regulasi atas bebeberapa jenis potensi daerah tertentu yang ada di Kota dan Kabupaten oleh Provinsi Sulawesi Utara, kini ikut membuat ribet usaha produktif daerah serta mengempiskan pendapatan asli daerah ditingkat Kota maupun Kabupaten.

Penarikan kewenangan dan perubahan regulasi inipun, tidak diikuti dengan upaya perbaikan dan pemberdayaan usaha-usaha produktif baik dibidang, Pertambangan, Perikanan dan Kelautan, Kehutanan serta potensi lainnya. Entah pengusaha maupun pekerjanya.

Akibat kebijakan yang tidak produktif tersebut, telah menciptakan usaha illegal yang bergerak secara kucing-kucingan, juga tidak menjamin rasa aman bagi pekerja, masyarakat lingkungan maupun masyarakat luas. “Bahkan setelah penarikan kewenangan dan regulasi tersebut, pendapatan bagi hasil dengan daerah Kota/ Kabupaten-pun tidak jelas,” ujar sumber yang tidak mau menyebutkan namanya kepada tabloidjejak.co.id.

Memang untuk menindaklanjuti usaha secara legal, sudah dilakukan oleh beberapa pengusaha daerah hingga ke Provinsi, namun da yang sudah 2 bahkan 3 tahun pengurusan izinnyapun, tidak pernah dikeluarkan. “Entah apa maunya Provinsi terhadap usaha kami,” tandas seorang pengusaha.

Kuat dugaan, ada konspirasi mafia usaha besar yang bermain dibelakang kegiatan perizinan semisal tambang di beberapa daerah. Pasalnya, keuntungan misterius yang didapat dengan menggunakan izin tertentu dari tepat tertentu, cenderung memberikan keuntungan besar bagi pengusaha besar tertentu.

Modus keuntungan menggunakan izin tertentu tersebut diduga mereka kutip dari PPH dan PPN yang tidak dibayarkan dengan penambahan material non PPH dan PPN sehingga terjadi harga material murah (material oplosan) dan terjadi pembayaran lebih oleh Negara atas proyek tertentu.

Konspirasi jahat dan besar ini telah berlangsung lama dan diduga kuat telah merugikan keuangan Negara puluhan dan sangat mungkin jutaan miliar. Dan menurut sumber tabloidjejak.co.id, bila upaya ini tidaak segera dibersihkan dari praktik mafia ini, maka Negara terus merugi bukan hanya soal kelebihan pembayaran, namun kualitas proyek pun tidak terjamin karena menggunakan material tidak berkualitas (material oplosan).**    

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed