oleh

Pemkab Talaud Lakukan Terobosan Fasilitasi Pengiriman 2000 Calon Tenaga Kerja Talaud ke Jepang

MELONGUANE – Tabloidjejak.co.id. Pemerintah Kabupaten kepulauan Talaud, Senin, (29-3-2021), melakukan tatap muka dengan pengusaha PT Koba selaku agen penyalur resmi tenaga kerja ke Jepang, yang berlangsung di Koha.  

Menurut release yang diterima, dari Humas & Protokol Talaud, tatap muka dengan calon tenaga kerja, di lakukan secara On line. Dimana dari pihak perusahaan PT Koba  akan memberikan penjelasan-penjelasan terkait program pelatihan dan ketentuan lainnya untuk menjadi tenaga kerja yang akan dikirim ke Jepang.

Menurut pihak panitia penerima tenaga kerja dari Pemda Kab. Talaud, para pelamar kerja yang akan dikirim ke Jepang, akan mengikuti training  selama 4 bulan. “Dimana dalam kegiatan masa training, materi yang diberikan adalah bahasa Jepang, dan attitude, serta ketrampilan sedrhana lainnya,” jelas Bupati, melalui release yang diterima biro Talaud. 

E2L(sapaan akrab) menegaskan, calon tenaga kerja (Naker) yang akan berangkat ke Jepang harus serius dan bisa memahami betul bahwa bekerja di Jepang, itu sangat di perlukan disiplin diri,“ tidak boleh santai,dan orang jepang sangat tepat waktu karena mereka sangat menghargai waktu dam memiliki disiplin yang tinggi,” mengingatkan jelas E2L.

Sebagaimana informasi melalui release yang diterima melalui telegram hp ka. Biro Talaud, keseluruhan tenga kerja yang masuk sudah melebihi 2000 orang. Namun karena batas penerimaan hanya 2000 orang, maka hanya itu yang dapat diterima.

Calon tenaga kerja yang akan dikirim ke Jepang, memang cukup membeludak dan sangat antusias diikuti dari berbagai daerah di Kab. Talaud dan Manado sekitarnya. Namun karena program ini merupakan ide dari Pemda Kab. Talaud dengan pihak Pemerintah Pusat dan Jepang, maka yang diterima adalah anak-anak Talaud dan anak-anak Talaud perantauan.

Mereka yang melamar, dari Melonguane,Kabaruan, Lirung dan daerah kepulauan lain seputaran Talaud. Sementara anak perantauan Talaud dan keturunannya, hanya yang berdomisili di Sulawesi Utara dengan KTP daerah di Sulawesi Utara saja, dan bukan yang dari luar Sulawesi Utara.

Release tersebut juga, memberikan informasi bahwa gaji yang diberikan untuk dipekerjakan disalah satu Kota di Jepang tersebut, mengikuti UMR yang kisarannya antara 22 juta sampai 27 juta / bulan, belum termasuk insentif lainnya berupa kerja lembur.

Bagi para pelamar, tidak akan dikenakan beban biaya sendiri, namun difasilitasi Pemda dengan pihak pembiaya yang sudah digandeng dari beberapa Bank, antara lain Bank Mandiri, Bank BRI dan Bank SulutGo. Release itu juga menjelaskan, nanti setelah bekerja, baru dikembali dengan cicilan kepada Bank pembiaya.

Namun diingatkan bagi para pelamar, untuk menghindar dari para calo atau pihak lain yang tidak bertanggungjawab, yang ingin memanfaatkan kesempatan, meminta dan atau memberi imbalan tertentu. Demikian juga, Bupati menegaskan, kepada panitia/ staf penerima, untuk tidak mengutip biaya tertentu dari para pelamar. ***

Ka. Biro Talaud : Vincent L

Editor : Henry

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed