oleh

Pemerintah Desa Tumbohon Salurkan Bantuan Covid-19

MINUT – Tabloidjejak.co.id. Persoalan pendemi covid-19 yang melanda seluruh dunia berselang setahun ini, tak terkecuali Indonesia, belum memberikan tanda-tada meredah, atau terminimalisir melalui upaya-upaya tertentu, entah itu penyunyikan vaksin, maupun bentuk lainnya.

Upaya yang dilakukan sampai saat ini, baru ditingkat pencegahan penyebarannya. Sehingga yang dibuat, adanya pengetatan waktu kegiatan, lintas perjalanan antar kota, meminimais kegiatan orang berkumpul, serta setiap orang diharuskan menjaga jarak hingga 2-2,5 meter, memakai masker serta rajin cuci tangan.

Pengetatan ini, bukan hanya di kota-kota, juga hingga ke desa-desa. Lahirnya kebijakan situasional ini, maka pemerintah pusat yang khususnya mengucurkan dana ke desa-desa, melalui dana desa setiap desa dimintakan untuk memotong 8 % dari jumlah yang ada.     

Maka adalah desa Tombohon, Kec. Talawaan, Kab. Minahasa Utara, lantas mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat dengan merealisasikan program pemberdayaan kesehatan masyarakatan dengan menyarankan agar, “setiap keluarga, tetap menjaga kualitas makanannya agar tercipta kekebalan tubuh yang maksimal,” jelas Mozes Umboh Hukum Tua Tumbohon kepada wartawan Tabloidjejak.co.id, ketika dijumpai dirumahnya, Jumat (16/4-2021).

Sejalan dengan program tersebut, Pemerintah desa Tumbohon, juga memberikan  bantuan yang diambil dari anggaran dana desa, untuk dibagikan  ke masyarakat desa Tombohon,  berupa masker, masing-masing keluarga 1 dos dan hentaineser.

Saat pemberian kepada setiap keluarga, para petugas desa yang menemui setiap keluarga, lantas menyarankan agar, agar setiap anggota keluarga, rajin cuci tangan dan bila akan keluar, selalu memakai masker. “Kami selalu meminta dan menghimbau kepada masyarakat agar mengikuti aturan pemerintah,” tegas Hukum Tua.

Pemberian bantuan ini, rencananya akan di laksanakan oleh Hukum Tua dan seluruh aparat desa dalam minggu berjalan kedepann ini. “Saat ini sudah didata berapa keluarga per RT/ RW, dan semua dicacat dan diusahakan tidak ada satupun yang akan terlewatkan, sehingga program  bisa maksimal dilakukan.

Sebab itu, dengan adanya bantuan pemerintah saat ini, menurut Mozes Umboh, agar masyarakat desa bisa memahami dan mengerti serta mengikuti anjuran Pemerintah desa, demi kebaikan kita bersama. “Namun yang terpenting bagi kita, adalah bagaimana memulai kedisiplinan dari diri sendiri, kemudan berharap agar yang lainnya juga, menjadi displin secara bersama,” tandas Hukum Tua.

“Demikian juga, untuk selalu tidak berkumpul, bila tidak begitu penting. Namun kalaupun karena hajatan tertentu dimana kita harus berkumpul, tetap mengikuti batas maksimum berkumpul hanya sekitar 50 orang, sehingga penyebarann covid-19 dapat diminimalkan,” tandas Mozes Umboh mengakhiri perbincangannya dengan awak Tabloidjejak.co.id.***

Peliput : Jansen Rarung.

Editor : Henry

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed