oleh

Pemeriksaan Frisky Rantung Dinaikkan Ketingkat Penyidikan

Amurang – Tabloidjejak.co.id. Setelah hampir setahun laporan dugaan pencurian kelapa yang diduga dilakukan oleh Fristy V. Rantung yang dilaporkan oleh pamannya sendiri : Wolter Tumbuan di Polres Minahasa Selatan dengan nomor laporan : LP/353/VIII/2019/SULUT/Res-Minsel, tertanggal 22 Agustus 2019, kini baru dilakukan proses penyidikan.

Frisky kepada Tabloidjejak.co.id menyampaikan, bahwa dia dipanggil oleh Kasat Reskrim Ajun Komisaris Polisi Rio Gumara A, S.I.K, NRP 89030576, selaku penyidik Polres Minahasa Selatan an. Kepala Kepolisian Resor Minsel pada tanggal 24 April 2020.

Surat panggilan dengan Nomor ; S.Pgl/47/IV/2020/Reskrim tersebut, meminta kepadanya untuk menghadap kepada BRIPKA RIFAL I. Kunenengan di S

Surat panggilan dengan Nomor ; S.Pgl/47/IV/2020/Reskrim tersebut, meminta kepadanya untuk menghadap kepada BRIPKA RIFAL I. Kunenengan di Sat Reskrim Polres Minahasa Selatan pada hari senin tanggal 27 April 2020 pukul 09.00 Wita untuk dimintai keterangan sebagai saksi dalam perkara Tindak Pidana Pencurian, sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 Ayat (1) ke-4 KUHPidana.

Terkait surat panggilan tersebut, Frisky kemudian mendatangi penyidik Polres Minahasa Selatan sekitar pukul 10.00 Wita, tak lama kemudian, Frisky langsung dimintai keterangan oleh penyidik Rifal dengan sejumlah pertanyaan yang menurut Frisky tidak jauh berbeda dengan pertanyaan saat diajukan pada proses penyelidikan hampir setahun yang lampau.

Menurut Frisky, kronologis sampai dia dilaporkan melakukan pencurian kelapa yang biasa dipanennya, adalah kelapa milik opanya yang memang selama ini dipanennya. Anehnya, kok sebelum-sebelumnya tidak pernah dilaporkan.     

Frisky menduga ada orang yang sengaja ingin membenturkan keluarga mereka, karena ingin menguasai lahan mereka. Kelompok Mafia ini, dulunya ingin menguasai pantai Moinit, kemudian ingin menguasai lahan didepan Sekolah Pelayaran, baik disisi kiri maupun dikanan jalan.

Apalagi menurut Kiki biasa ia dipanggil, ada salah satu aparat Polres Minsel yang ingin menguasai lahan mereka. Dan kasus penyerobotan lahan tersebut, sudah dilaporkan ke Polres Minahasa Selatan, sudah sekitar 3 tahun belum jelas kelanjutannya. Apalagi, sudah dilimpahkan ke Kejaksaan yang katanya sudah P19, dan sudah dikembalikan untuk perbaikan, sudah 1 tahun ini, belum juga dikembalikan ke Kejaksaan.

Terkait adanya upaya penguasaan lahan kami oleh beberapa orang tertentu, sudah sekita 4 laporan yang kami masukkan ke Polres Minsel, belum satupun yang diitindaklanjuti. Tapi anehnya, laporan orang lain kepada kami, begitu cepat diresponi. Yah hukum kita ini tid     k jelas dan membingungkan,” keluh Frisky usai dilakukan pemeriksaan terhadap dirinya. Hepe.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed