oleh

Pemegang Agen Kapal Tongkang Pandang Enteng Pemilik Pantai Wisata Moinit

MINSEL – Tabloidjejak.co.id. Pemegang agen kapal tongkang pengisi batu bara bagi kebutuhan energy PLTU yang berlokasi Moinit, dipandang pandang enteng pemilik pantai wisata Moinit Kel. Tumbuan. Penjelasan tersebut, dituturkan Kel. Tumbuan melalui Handphone ke kantor Redaksi tabloidjejak.co.id, Jumat (21/5/2021).

Menurut Kiky salah satu cucu keturunan dari Kel. Tumbuan yang menjagai pantai wisata Moinit milik dari keluarganya, bahwa kapal Tongkang yang mengangkut batu bara ke PLTU Moinit seenaknya melabuhkan kapalnya di pantai Moinit, sehingga mengganggu wisatawan yang akan mengunjungi pantai wisata Moinit.

Kiky Tumbuan kemudian menceritakan bahwa kapal tongkang tersebut, seenaknya masuk kewilayah pantai wisata moinit dan menyandarkan kapalnya hingga ketepi pantai dengan tanpa izin kepada kami sebagai pemilik pantai wisata Moinit.  

Sebelumnya, kami mengetahui bahwa yang selalu datang meminta izin labuh kapal tongkang di tepi pantai wisata Moinit adalah saudara Maikel Wongkar, warga sekampung dengan kami. Namun saat kami mencoba menelepon Maikel, walau terdengar tersambung, teleponnya langsung dimatikan.

Kami tidak tahu apa maksudnya, hingga seenaknya masuk dan melabuhkan tongkang mereka ke pantai wisata Moinit milik kami. Apakah memang sengaja ingin mengacaukan ataukah ada suruhan orang tertentu hingga ingin cari masalah, kami tidak tahu apa maksudnya.    

“Pernah ada kejadian sebelumnya, Kapal ini pun pernah diusir karena melabuhkan ke terumbu karang disebelah pantai Moinit. Kali ini, mereka ingin cari masalah dengan kami. Ini perbuatan pandang enteng,” ujar julin dengan kesal.     

Rencananya kami akan membuat surat protes atas kepada pimpinan PLTU Moinit agar, tidak melakukan langkah-langkah pandang enteng tersebut. Julin lantas memberi nomor HP Maikel untuk kami konfirmasi kebenaran info yang kami terima.

Ketika no. 085395755xxx milik Maikel dihubungi redaksi Tabloidjejak.co.id, Maikel lantas mengangkat telepon dari redaksi dan menanyakan terkait kebenaran berlabuhnya kapal Tongkang di pantai Moinit, Maikel membenarkan, dan menyatakan bahwa kapal tersebut tidak sandar melainkan hanya terdampar jauh dari pantai.

Begitu juga ketika ditanyakan apakah dia merupakan agen dari kapal-kapal tongkang yang membawa batu bara ke PLTU Moinit, dan bertanggungjawab atas berlabuhnya kapal-kapal tersebut di Pantai Moinit, Maikel membenarkannya.

Sebagaimana info yang diterima, bahwa keagenan Maikel lewat perusahaannya PT. Widia Bahari Mandiri, konon memberikan setoran tertentu kepada pimpinan PLTU Moinit. Sepatutnya, dia juga harus membayar biaya labuh dari kapal yang bersandar dipantai tertentu entah milik siapa.

Namun pertanyaan terkait bayaran tersebut yang diberikan kepada pimpinan PLTU Moinit perkapal setiap bulan, Maikel menolak dan tidak membenarkan adanya bayaran tersebut, sambil mempertanyakan dari mana informasi tersebut.

Maikel juga coba menekankan bahwa tuduhan tersebut sebagai fitnah. Namun, wartawan Tabloidjejak.co.id, menyatakan bahwa yang jelas informasi ini ada, makanya kebenarannya mau dikonfirmasi, namun Maikel cenderung menghindar dan buru-buru menutup HP dan tidak mau menjawab beberapa pertanyaan lanjutan yang diberikan. ***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed