oleh

Proyek Pembangunan Rumah Nelayan Kota Bitung Diduga Rampas Tanah Rakyat

BITUNG – Tabloidjejak.co.id. Pembangunan rumah nelayan yang dilaksanakan di Kota Bitung oleh kontraktor Ferry Tambacong dan Khem Lamangu, hingga kini menuai masalah serius, karena lahan yang mereka gunakan tanpa persetujuan salah satu ahli waris.

Proyek nasional pembangunan rumah nasional tersebut, dengan semena-mena merampas hak kepemilikan lahan dari pemilik lahan Ferry Kawinda. Dimana menurut Ferry Kawinda, bahwa pembelian lahan untuk pembangunan rumah nelayan tersebut, tidak pernah melibatkan pihaknya sebagai ahli waris.

Menurut Ferry Kawinda yang ditemui wartawan tabloidjejak.co.id dirumahnya, Senin (20/9/2021) bahwa berbagai upaya sudah mereka lakukan baik meminta secara baik-baik melalui komunikasi dengan pihak kontraktor serta pencegahan secara fisik, tak juga dipedulikan, dengan terus memaksa membangun proyek tersebut.  

“Proses mediasi terkait persoalan lahan yang digugat beberapa orang pemilik lahan dengan kontraktor Ferry Tambacong dan Khem Lamangu, memang pernah dilakukan, namun tidak melibatkan pihaknya, sebagai salah satu pemilik lahan,” tandas Ferry Kawinda.

“Jangkan melibatkan dalam mediasi tersebut,” urai Ferry yang lebih lanjut menerangkan bahwa, mengabarkan baik berupa pemberitahuan secara langsung atau melalui surat dalam bentuk apapun kepada saya sebagai ahli waris tidak pernah dilakukan.

Karenanya menurut Ferry Kawinda, mengingatkan kepada Pemerintah Kota Bitung agar memperhatikan keluhan mereka terkait dengan perampasan lahan mereka, agar kiranya penyelesaian persoalan tersebut segera dituntaskan, sehingga status lahan tersebut benar-benar menjamin hak kepemilikan kami.

Peliput : Jansen Rarung

Editor : Prasetyo

Korektor : Henry

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed