oleh

Oknum LNW Kepala Sekolah SMA Neg. IV Manado Diduga Tilep Dana Bos dan dana Komite

SULUT. Tabloidjejak.co.id – Dugaan penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMA Neg. IV Manado, kini menjadi perbincangan serius dikalangan orang tua murid, guru dan masyarakat sekitar sekolah tersebut.

Dimana berdasarkan bocoran sumber dari kalangan SMA Neg. IV, bahwa telah terjadi penyelewengan dana BOS, bantuan pulsa mengajar guru serta kebijakan atas sumbangan dana rutin perbulan bagi Komite Sekolah, yang diberikan oleh orang tua murid untuk membantu Sekolah.  

Bentuk penyimpangan sebagaimana ditemukan wartawan Tabloidjejak.co.id adalah bentuk perbuatan sewenang-wenang dengan melangkahi kebijakan yang telah diputuskan Komite Sekolah bersama orang tua murid terkait peniadaan sumbangan wajib perbulan orang tua murid kepada Komite sekolah.

Dimana Kepala Sekolah dengan mengandalkan jabatan dan kekuasaannya, mengumpulkan sebagian orang tua murid yang mendampingi anak-anaknya memasukan nomor Hand phone mereka untuk belajar jarak jauh, dengan menegaskan agar menyetor 50 % dari setoran perbulan yang selama ini dibayarkan sebesar 150 ribu rupiah.

Akibat permintaan Kepala sekolah Lilie N. Wuisan ini, mencuat pertannyaan apa gunanya pembahasan rapat beberapa bulan lalu antara orang tua murid dengan Komite sekolah yang telah memutuskan menghapuskan pembayaran itu, guna menghadapi pendemi Covid-19 yang telah melumpuhkan pendapatan orang tua murid.  

Apalagi alasan yang dipakai Kepala Sekolah, untuk pembayaran honor guru-guru dan untuk pembayaran pulsa data mengajar guru-guru, sehingga kebijakan menarik dana Komite Sekolah sebesar 50% itu, harus dia lakukan.

Padahal menurut sumber Tabloidjejak.co.id, khusus untuk honor guru-guru, sudah dialokasikan pada dana BOS, dan bukan dari dana Komite Sekolah yang dia mintakan itu. Demikian pula untuk pulsa data mengajar guru-guru melalui Keputusan Menteri Pendidikan, juga diberikan pulsa data mengajar.

Sekitar bulan Mei, sempat diadakan rapat guru-guru dengan Kepala Sekolah yang menerangkan terkait keptusan Menteri tentang adanya bantuan pulsa data mengajar. Dimana ketika itu, guru-guru diberikan 3 GB setiap guru, dan hanya sekali itu saja. “Kini sudah memasuki bulan Oktober, kami tidak diberikan lagi,” tandas sumber tersebut.

Dana-dana yang dimintakan tersebut, telah diberikan kepada Bendahara Sekolah Meylan Rondonuwu, SPd, MAP, yang juga merupakan Wakil Kepala Sekolah SMA Neg. IV Manado.   

Peliput : Kaelem

Editor : Henry

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed