oleh

Nekat Tanpa Dokumen CV. RMT Diduga Lakukan Pengrusakan, Pencurian Rugikan Keuangan Negara

BOLMONG – Tabloidjejak.co.id. Maraknya pemberitaan diberbagai media akhir-akhir, terkait aksi  penambangan  tanpa ijin ( ileggal mining )  dibeberapa lokasi/ wilayah Kab. Bolmong, kini ditanggapi serius oleh Kapolres Bolaang Mongondow AKBP Dr. Nova Irone Surentu SH., MH.

Berbekal surat perintah tugas yang telah diterbitkan Jumat (5/11/2021) Kapolres Bolmong memimpin  langsung kegiatan penertiban dan penindakan penambangan tanpa ijin, khususnya yang berada di area  sungai desa Totabuan Kec. Lolak Kab. Bolmong.

Kegiatan diawali apel kesiapan di Polsek Lolak pada pukul 10.15 wita dipimpin Kabag Ops AKP. ALI TAHIR, SH., dilanjutkan pengarahan yang dipimpin langsung Kapolres Bolmong AKBP Dr. Nova Irone Surentu, SH., MH. Selanjutnya, Tim bergerak menuju sasaran yang telah menjadi target operasi (TO) yakni di area sungai Desa Totabuan.

Setelah dilakukan penyisiran, akhirnya Tim menemukan 2 (dua) unit exavator yang sementara melakukan kegiatan pengerukan dibantaran sungai Totabuan. Hasil penyelidikan oleh tim atas kegiatan penambangan yang menggunakan alat berat tersebut, adalah milik CV. Rajawali Mandiri Tritunggal (RMT), milik KH.

“Dari hasil pemeriksaan atas kelengkapan dokumen pendukung lainnya, pihak kraser CV. RMT hanya dapat menunjukan ijin usaha penambangan (IUP), dengan tanpa menunjukan dokumen AMDAL yang sepatutnya dikeluarkan oleh Dinas Kehutanan dan Lingkunggan Hidup (KLH), Tandas Kapolres saat ditemui diruang kerjanya.

Karena tidak memiliki kelengkapan dokumen Amdal, pihak Kapolres Bolmong, lansung memerintakan agar pihak CV. RMT untuk menghentikan kegiatannya, dengan meminta melengkapi dokumen Amdal yang menjadi salah satu syarat kegiatan usaha tambang, setelah memerintahkan timnya agar mengamankan 2 alat berat milik CV. RMT.

Menurut Ketua LSM GEMA AKSI Sulawesi Utara, Jimree A. Lintong, yang dimintai pendapatnya terkait perbuatan yang dilakukan CV. RMT tersebut, bahwa sepatutnya dengan ditemukan sebuah kegiatan tambang emas tanpa dokumen pendukung lainnya seperti Amdal, maka telah terjadi perbuatan pengrusakan lingkungan dan pencurian bahan baku emas dan mineral lainnya, sehingga jelas-jelas telah terjadi kerugian Negara.

Angkil kepada Tabloidjejak.co.id, menambahkan, bahwa dari konstruksi peristiwa atas perbuatan pengrusakan, pencurian dan perbuatan curang hingga merugikan Negara yang dilakukan oleh CV. RMT, sepatutnya, ditangkap dan dikenakan tindakan hukum pidana umum dan pidana khusus dan bukan hanya akan berakhir atas penyitaan kedua 2 alat berat tersebut. ***   

Peliput : Jansen Rarung

Editor : Henry Peuru.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed