oleh

Manipulasi Jalan Provinsi Pinogoluman – Labuan Uki Sebabkan Kerugian Negara

Bolmong Induk – Tabloidjejak.co.id. Dari puluhan proyek provinsi yang menyebar di Provinsi Sulawesi Utara, terbanyak proyek jalan berada di kabupaten Minut – Bitung dan Tondano – Tomohon disekitaran 20 puluhan proyek. Sementara untuk Wilayah Nusa Utara da bolmong Raya, hanya sekitar 6 proyek.

Berbagai proyek yang menyebar secara tidak adil ini, sudah dapat porsi kecil, nilai anggarannya juga kecil. Seperti proyek peningkatan ruas jalan Pinogoluman – Labuan Uki yang pengerjaan panjang jalannya tidak lebih dari 1 Km atau bahkan hanya sekitar ½ Km,” jelas tim pemantau pembangunan jalan dan jembatan Bolaang Mongondow.

Menurut temuan wartawan tabloidjejak.co.id, bahwa dengan status jalan peningkatan tersebut, sebagaimana gambar yang diambil dari papan informasi proyek, tidak tertera kapan tanggal kontrak proyek dilakukan.

Akibatnya, masyarakat tidak tahu kapan proyek ini mulai dikerjakan, dan kapan batas waktu pengerjaan proyek tersebut berakhir. Padahal proyek potensial yang berada diarea pelabuhan desa Labuan Uki Kab. Bolaang Mongondow ini, merupakan jalan yang sangat penting dan dibutuhkan oleh masyarakat guna menunjang kelancaran kegiatan pelabuhan Labuan Uki.

Proyek yang dikerjakan oleh CV. Karya Mandiri Perkasa selama 120 hari kalender, dengan nilai kontrak : II/P/PPK/T/PRJ-PLU/APBD/VI/2019 yang berbandrol Rp. 1.985.773.000 ini, merupakan proyek produk dari Dinas Pekerjaan Umum & Penataan ruang Daerah Provinsi Sulawesi Utara yang dibiayai dari dana APBD Prov. Sulawesi Utara tahun anggaran 2019.

Dari hasil investigasi dilapangan selama proyek dikerjakan, ditemukan cukup banyak penyimpangan berupa perbuatan curang, mulai dari menggunakan material oplosan maupun penggalian penyesuaian ruang jalan yang tidak benar baik penambahan lebar jalan maupun dalamnya galian yang sangat dangkal yang tidak sesuai konstruksi jalan sebenarnya.

Hamparan agregat baik untuk LPA maupun LPB tidak jelas batas dan kualifikasinya. Apalagi sangat dominan merupakan material sirtu yang tak digiling dengan campuran banyak pasir dan tanah. “Bahkan ukuran material batunya, lebih besar dari 2 inci,” ujar sumber yang tak mau menyebutkan namanya.

Menurut wartawan tabloidjejak.co.id yang memantau pekerjaan proyek tersebut, material batu ini berasal dari sumber batu tak berizin. Kuat dugaan material ini dibeli dengan harga murah, karena memang tidak memperoleh beban pajak PPH dan PPN, sebagaimana pajak yang dikenakan pada usaha tambang berizin/ berIUP.

Perbuatan curang dengan memanipulasi material batu ini, hingga tidak memenuhi kualitas batu yang disaratkan, hanya agar memperoleh batu yang berharga murah dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya.

Akibat perbuatan curang ini, Negara teah dirugikan karena terjadi pembayaran kemahalan harga sebagaimana dokumen untuk material yang sebenarnya, sehingga terjadi kelebihan pembayaran atas material batu yang berharga murah.

Sudah begitu, masih saja melakukan perbuatan curang lainnya untuk mengeruk keuntungan besar dengan hamparan material batu baik LPB maupun LPA yang sangat tipis. Bellum termasuk ketebalan aspal beton yang dihampar. Nata***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed