oleh

LSM LASKAR PERBATASAN Minta Proyek Jalan Nasional Talaud Esang – Gemeh Dihentikan

MELONGUANE – Tabloidjejak.co.id. Pengaspalan Jalan Nasional produk Balai Pembangunan Jalan Nasional Wilayah XV, yang pengerjaannya diwilayah Kecamatan Essang dan Gemeh, Kabupaten Kepulauan Talaud, kini jadi topik perbincangan yang hangat, dikalangan masyarakat dan menjadi diseriusi oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Laskar Perbatasan.

Pengaspalan jalan di dua wilayah ini, diduga kuat dikerjakan tidak sesuai dengan spesifikasi sebagaimana kontrak yang ada. Mulai dari penyadiaan lahan, pembebasan lahan, kesanggupan penyediaan material, serta design dan jaminan konstruksi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Menurut Ketua LSM Laskar Perbatasan kepada media Tabloidjejak.co.id, bahwa pekerjaan tersebut tidak sebagaimana diharapkan masyarakat. Dimana justru lebih cenderung hanya merugikan Negara. Terlihat dengan kualitas pengerjaan yang hanya asal jadi,  sehingga menurut ketua LSM Laskar Perbatasan : Juneldi Amanga, bahwa sebaiknya penyedia, segera memperbaiki kembali pengerjaan jalan yang dilakukan hanya asal-asalan tersebut, sebelum kami melaporkan proyek tersebut.

“Pekerjaan proyek pengaspalan jalan Nasional ini, bila dilihat dari batas waktu pengerjaannya, sudah tidak sesuai kontrak sebagaimana tertera dipapan proyek. Dimana seharusnya, proses pengerjaan pengaspalan sudah harus selesai, akan tetapi, kok masih sementara dikerjakan, ” terangnya.

Menurut Jun, bahwa keterlambatan ini, disamping karena kesanggupan penyediaan material tidak dipenuhi, juga karena perusahaan yang mengerjakan jalan tersebut, tidak memiliki fasilitas alat penunjang pekerjaan yang memadai, dan hanya menggunakan peralatan yang minim dan tidak berkualifikasi baik.

Akibatnya pekerjaan pengaspalan terkesan asal jadi, karena material yang dipakai pada pengaspalan jalan tersebut adalah aspal yang pernah tergenang di air Laut seputar pelabuhan Beo,  sehingga kandungan kerekatan aspal dan material lain mempengaruhi pengaspalan jalan.

“Buktinya, setelah aspal tersebut di pakai dalam untuk penghamparan jalan, saat masyarakat akan melewati atau menginjakkan ke jalan, aspal tersebut, langsung melekat dikaki dan terangkat, sehingga mengakibatkan kerusakan, ” jelas ketua LSM Laskar Perbatasan.

“Saya selaku ketua LSM Laskar Perbatasan Kabupaten Kepulauan Talaud sangat berkeberatan dengan keadaan seperti ini, dan memohon kepada pihak Balai Pembangunan Jalan Nasional (BPJN) dan Pemerintah Daerah Propinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Talaud, untuk memperhatikan keluhan masyarakat, serta mengambil tindakan segera menghentikan proyek tersebut, agar tidak merugikan Negara lebih besar lagi,” tegas Jun.

Proyek pengaspalan di dua lokasi ini yang memakan biaya 42 miliar dan 43 miliar yang dikerjakan oleh  PT DIAN MOSESA PERKASA dan PT SURYA MANDIRI PERDANA, diduga ada kerja sama alias main mata dengan pihak PPK, sehingga menghasilkan pekerjaan yang tidak baik dan sangat merugikan masyarakat dan negara. ***

Peliput : Vincent L

Editor  : Prasetyo

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed