oleh

Liliek N. Wuisan : Tidak ada Dana Bos dan Komite Saya Tilep

SULUT. Tabloidjejak.co.id – Sehari setelah terbitnya pemberitaan dugaan adanya penyelewengan dana BOS ditubuh SMA Neg. IV Manado, yang kemudian dalam waktu yang begitu cepat informasi tersebut beredar diputaran sekolah dan orang tua murid, Kepala Sekolah SMA Neg. IV dengan sigap lantas menyebarkan pemberitahuan kepada setiap guru melalui Grup guru SMA Neg. IV agar tenang dan tidak mengembangkan dan menciptakan polemic.

Dimana menurut Kepala Sekolah Neg. IV berinisial LNW, bahwa tanggungjawab dan hak klarifikasi ada padanya, dan menurutnya dia akan langsung melakukan klarifikasi kepihak media, terkait pemberitaan yang tidak jelas kebenarannya.

Setelah beredar informasi oknum LNW melalui grup guru-gurunya, informasi tersebut juga sampai ketangan Redaksi. Tidak berapa lama atau sekitar jam 19.00 Wita, Kepala Sekolah Neg. IV LNW, langsung melakukan kontak dengan wartawan Tabloidjejak.co.id yang membuat berita tersebut.

Dalam perbincingan, tersebut oknum Kepala sekolah SMA Neg. IV, langsung sedikit marah-marah sembari menyatakan bahwa apa yang diberitakan adalah hal yang tidak benar, dan menyatakan serta meminta siapa oknum guru yang telah memberikan informasi kepada wartawan.

“Apalagi adanya pernyataan dalam pemberitaan tersebut dana BOS ditilep. Ini sudah tidak baik dan langsung menjas,” tuturnya dengan nada tinggi. “Terus terang, selama ini apabila dana tersebut lambat dicairkan, selalu saya talangin dulu dengan dana saya,” sendiri. “Jadi saya selalu melakukan upaya sebijaksana mungkin agar proses pendidikan bisa berjalan baik dan intens tanpa harus terganggu dengan ketersediaan dan kekurangan dana sekolah,” akunya.

Sementara soal dana Komite, yang saya mintakan sesuai kebutuhan sekolah yang bersifat mendesak, untuk kebutuhankelas 11 dan 12. Itupun permintaan tersebut melalui rapat dengan orang tua murid, karena adanya beberapa guru pension, sehingga harus menambahkan guru-guru honor, sementara penggajiannya tidak tertata dalam RAB BOS tahun ini.

Karena situasional tahun berjalan, maka saya meminta solusi melalui rapat dengan orang tua murid untuk kebutuhan kelas 11 dan 12. Dan orang tua murid memberikan solusi untuk membayar sumbangan pendidikan sebesar 50% dari biasanya setiap bulan, namun ada yang membayar hanya 14%, dan sumbangan tersebut tidak dipaksakan terserah orang tua murid mau berikan,” jelasnya.

Sementara sebagaimana rapat Komite Sekolah yang berlangsung beberapa bulan lalu oleh karena pandemic covid-19, yang telah memutuskan tidak ada pungutan bagi semua murid sekolah, menurut LNW, bahwa itu hasil rapat komite untuk kelas 10. Dimana memang hingga kini untuk kelas 10 tidak ada lagi sumbangan pendidikan sebagaimana biasanya sebesar 150 ribu perbulan.

Terkait dengan pulsa data mengajar guru, memang hanya saya berikan 1 kali. Dan untuk bulan berikutnya tidak dianggarkan. Demikian juga apakah ada yang dari Menteri, hingga kini memang belum ada. Jadi yang ada memang yang 1 kali itu saja, dan tidak ada untuk bulan-bulan selanjutnya.**

Peliput : Kaelem

Editor : Henry

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed