oleh

Kadis PMD Bohong Lagi Laporan Boyong Atas Kembali di Masukan ke Inspektorat dan Kejaksaan

MINSEL – Tabloidjejak.co.id. Setelah beberapa bulan lalu laporan masyarakat desa Boyong Atas secara lisan dilakukan oleh aparat desa, BPD dan Tokoh Masyarakat sebanyak 2 kali di Dinas PMD, diduga  sengaja didiamkan, kini menjadi bahan perdebatan masyarakat Boyong Atas.

Perdebatan yang kian panas, hingga menciptakan perseteruan yang hampir menyentuh ke benturan fisik, disebabkan tidak jelasnya upaya Pemerintah Daerah Kab. Minsel yang lambat dalam menangani laporan masyarakat.

Tindaklanjut atas 2 laporan lisan, telah dilakukan melalui laporan secara tertulis bersama surat pernyatan penolakan yang ditujukan kepada Bupati Kab. Minsel, Kadis PMD dan Camat Tenga, namun belum jelas kelanjutannya. Dimana terjadi perbedaan keterangan, yang menurut Kadis PMD, bahwa kasus Boyong Atas hanya masalah Politik,” tandas Kadis kepada Tim Tabloidjejak.co.id.

Sementara Camat yang ditemui secara terpisah di Posko Covid-19 Tawaang Timur, menyatakan belum pernah menerima laporan dari masyarakat. “Kalaupun ada kontak atas nama masyarakat Boyong Atas, hanya dengan Jenry Mandey melalui hp, minta bertemu, namun tak pernah bertemu,” ujar camat.

Jadi, “karena tidak ada laporan tidak bisa saya tindaklanjuti,” ujarnya, yang berbeda dengan keterangan Kadis PMD Kab. Minsel yang menyatakan ada laporan Camat, hanya prsoalan Politik. Karena tidak jelas upaya pihak Pemerintah Kab. Minsel yang telah dilaporkan, kembali dilaporkan pada tujuan lainnya secara tertulis langsung ke pihak Kejaksaan Negeri Amurang melalui Kasie Pidsus. “Entah siapa pembohong, Camat atau Kadis PMD,” ujar sumber setelah membaca keterangan berbeda antara Camat dan Kadis di FB.

Selang sekitar 2 minggu ini, Kamis (18/6-2020), kembali laporan tertulis ditujukan kepada Inspektorat, Kejaksaan, tembusan Bupati Kepala Daerah Kab. Minsel dan Dinas PMD Kab. Minsel. Sayangnya Kasie Pidsus Kejari Amurang yang kini berpindah ke Bolmong, dengan terpaksa masih harus menunggu Kasie Pidsus yang baru.  

Terkait laporan ke Inspektorat, yang sebelumnya disampaikan oleh Kadis PMD bahwa pihaknya telah menyurati ke pihak Inspektorat agar memeriksa laporan masyarakat Boyong Atas, ternyata bohong. Dimana menurut pihak Inspektorat, hingga hari ini Kamis, (18/6-2020) tidak pernah menerima surat dari Dinas PMD Kab. Minsel. Kadis bohong lagi. Ada apa ?.

Sementara atas layangan surat yang kedua kalinya ini, menurut Kasubag TU Inspektorat, surat pertama itu tidak jelas alamat pelapornya. Sehingga baru bisa kami tangani, setelah menerima foto copi KTP dari para pelapor. “Dan sesegeranya, kami akan menurunkan Tim untuk melakukan pemeriksaan atas laporan ini,” tandas

Peliput : Jantje M

Editor  : Henry P

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed