oleh

LANAL MELONGUANE TURUNKAN TIM SFQR DAN SEKAT TIGA PELABUHAN UTAMA CEGAH MASUKNYA MIRAS ILEGAL KE WILAYAH PERBATASAN

MELONGUANE – Tabloidjejak.co.id. Dihari Sabtu pagi tanggal 1 Mei 2021 saat matahari baru terbit dari ufuk Timur nampak Searider yang diawaki oleh Tim SFQR Laut dan Mobil SFQR yang diawaki Tim SFQR Darat yang diawaki oleh Lanal Melonguane meluncur dari Lanal Melonguane menuju pelabuhan Lirung dan Pelabuhan Melonguane.

Tim SFQR ini diluncurkan oleh Letkol Marinir Adi Sucipto, S.T.,M.Tr.Hanla setelah malam sebelumnya menerima informasi intelijen bahwa ada orang yang mengirimkan miras ilegal Cap Tikus melalui dua kapal penumpang yang berlayar ke Talaud.

Setelah Tim SFQR Laut melaksanakan pemeriksaan ruangan kapal kemudian melakukan pengembangan pemeriksaan ruangan-ruangan kapal ditiga pelabuhan utama (Lirung, Melonguane dan Beo) Tim SFQR Laut dan Darat berhasil mengamankan total 25 kardus minuman keras ilegal Cap Tikus yang dikemas dalam botol-botol plastik air mineral ataupun dalam bungkusan plastik.

Tim SFQR Lanal Melonguane yang merupakan gabungan dari personel intelijen, Patkamla (Patroli Keamanan Laut), Polisi Militer dan Kesehatan tersebut kemudian mengamankan barang bukti miras Cap Tikus tersebut di kantor Pomal Lanal Melonguane.

Berkenaan dengan hal tersebut Letkol Marinir Adi Sucipto, S.T.,M.Tr.Hanla selaku Komandan Lanal Melonguane menyampaikan bahwa ia akan mengoptimalkan Tim SFQR Lanal Melonguane sebagai Tim Pemukul Reaksi Cepat Lanal Melonguane dalam menindaklanjuti berbagai kerawanan dan ancaman yang ada atau akan masuk di wilayah perbatasan yang menjadi wilayah kerjanya. Upaya penangkalan/pencegahan/mitigasi ataupun penindakan akan terus dilakukan dan tingkatkan.

Beberapa hari lalu kita dari Lanal telah membubarkan kerumunan puluhan anak muda usia sekolah yang berkumpul di pinggir dan tengah jalan di satu desa hingga menjelang dini hari. Mereka terindikasi mengonsumsi miras dan mabuk-mabukan.

“Hal tersebut nampak dari perilaku dan ucapan mereka dimana sebagian dari mereka berjalan sempoyongan, melepas baju atas, ucapan yang ngelantur, bahkan ada yang hampir berkelahi. Kegiatan mereka bukan hanya dipinggir jalan, namun juga di tengah jalan yang bukan hanya membahayakan diri mereka, juga membahayakan bagi pengguna jalan umum, apalagi saat itu suasana masih gelap,” ujar Danlanal Melonguane menceritakan kejadian sebelumnya.

“Perbuatan mereka bukan hanya tidak mematuhi protokol kesehatan, namun juga dapat menimbulkan berbagai permasalahan hukum lainnya, untuk itu mereka kita bubarkan secara persuasif. Mulai adanya kegiatan perayaan-perayaan, acara kelulusan sekolah dll, ini yang perlu kita antisipasi karena terindikasi akan adanya pengumpulan masa dan konsumsi miras. 

“Kita semua yang tinggal di wilayah perbatasan ini mengetahui bahwa berbagai tindak kejahatan atau pelanggaran hukum yang terjadi, sebagian besar diawali dengan mengonsumsi miras. Mereka yang mabuk karena miras juga cenderung tidak akan mematuhi protokol kesehatan Covid-19, dan ini rawan menjadi salah satu rantai penyebaran Covid-19 di wilayah perbatasan ini,” ujarnya menambahkan.

“Kami tidak akan pernah lelah untuk menjaga perbatasan ini, bagi pelaku yang terus mau kucing-kucingan dengan aparat, silahkan saja. “Sampai dengan saat ini kami masih sangat persuasif, namun suatu saat nanti kami akan mengambil tindakan tegas dengan melanjutkan proses hukum bagi pelaku,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Pamen berpangkat Letkol Marinir yang pernah berdinas dua tahun di Batalyon Polisi Militer Marinir serta mengenyam pendidikan Kursus Perwira Penyelidikan Kriminal dan Pengamanan Fisik POM TNI ini mengimbau masyarakat di Kabupaten Kepulauan Talaud untuk bersama-sama menjaga keamanan di wilayah perbatasan ini, terutama menghindari hal-hal yang bertentangan dengan hukum dan atau dapat merugikan generasi muda penerus bangsa.

“Mari bersama-sama secara bertahap kita tinggalkan hal-hal yang kurang bermanfaat, hal yang melanggar hukum atau yang dapat menimbulkan kerawanan/ancaman termasuk yang dapat merusak masa depan generasi muda penerus kita. Bagi pemuda-pemudi generasi penerus kami, ayo tinggalkan hal-hal yang dapat merugikan diri dan masa depan kalian.

Masa depan kalian masih panjang, kalian adalah generasi penerus bangsa yang sangat dibutuhkan negara, kalian lah yang suatu saat menggantikan kami untuk membangun dan menjaga negara ini termasuk di wilayah perbatasan yang kita cintai ini. Manfaatkan waktu untuk mengisi dan mengembangkan diri agar lebih baik.

Latih fisik, jaga kesehatan, rajin belajar dan berlatih serta persiapkan diri untuk meraih dan menggapai cita-cita kalian. Bagi adik-adik yang lulus dari SMP atau SMA, jangan jadikan momen kelulusan untuk melakukan hal-hal yang melanggar hukum atau merusak diri atau masa depan.

Siapkan diri untuk menempuh sekolah yang lebih tinggi atau mendaftar berbagai pendidikan profesi guna mencapai cita-cita yang kalian idamkan. Saya yakin kalian bisa, kalian hebat-hebat kok dan tidak kalah dengan putra-putri dari berbagai wilayah lainya di Indonesia.

“Saya yakin kalian putra-putri perbatasan mampu bersaing!. Bagi yang sudah dewasa, saya menyarankan apabila kita tidak dapat berkontribusi positif untuk membangun dan membina generasi muda, minimal kita tidak berkontribusi negatif dan menjadi bagian dari rusaknya diri dan masa depan generasi muda penerus kita,” pungkasnya.**

Peliput : Vintjen L

Penulis : Vintjen

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed