oleh

LANAL MELONGUANE RINTIS PEMBINAAN KAMPUNG BAHARI NUSANTARA DI KABUPATEN PALING UTARA DI WILAYAH PERBATASAN NKRI

MELONGUANE – Tabloidjejak.co.id. Wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud yang terletak di perbatasan paling utara NKRI merupakan daerah kepulauan dimana sebagian besar wilayahnya adalah lautan. Konstelasi wilayah yang berupa kepulauan, menjadikan sebagian besar masyarakat tinggal di daerah pesisir, yang artinya masyarakat Talaud sesungguhnya adalah masyarakat bahari.

Apabila ditinjau dari data statistik yang ada, potensi kelautan/maritim/bahari di Kabupaten Kepulauan Talaud sangatlah tinggi. Letaknya yang berhadapan dengan wilayah negara Filipina, sesungguhnya menjadikan Talaud berpotensi untuk menjadi gerbang dan beranda Utara NKRI di wilayah tengah Indonesia.

Berbagai potensi sumber daya kelautan yang dimiliki oleh Talaud antara lain SDM dengan budaya bahari yang sudah mengakar kuat, perikanan (perikanan tangkap maupun budidaya), wisata bahari dan olahraga perairan (renang, layar, dayung, selam, snorkling dll), industri jasa maritim/injasmar (industri perkapalan, pengolahan hasil laut dll), lingkungan laut dan pantai dengan berbagai flora dan faunanya, potensi sumber daya energi (arus air laut dari pasang surut yang cukup kencang di selat-selat tertentu yang dapat dijadikan sumber tenaga pembangkit listrik), berbagai material dan mineral di dasar laut yang dapat digunakan untuk berbagai kepentingan industri (kesehatan/obat-obatan, pangan, energi dll) serta berbagai potensi sumber daya lainnya yang belum diinventarisir, diteliti dan dikembangkan, sesungguhnya perlu dikembangkan dan dimanfaatkan secara optimal guna meningkatkan pembangunan, kemajuan, kesejahteraan masyarakat di perbatasan sehingga nantinya berimplikasi terhadap terwujudnya Ketahanan Nasional yang tangguh di daerah perbatasan.

Lanal Melonguane sebagai salah satu instansi TNI Angkatan Laut yang berada di Talaud berupaya turut berkontribusi positif guna meningkatkan pemanfaatan potensi sumber daya kelautan yang ada di wilayah, yang merupakan implementasi dari tugas Dawilhanla sebagaimana yang diamanatkan dalam pasal 9 huruf (e) Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI yaitu tugas TNI Angkatan Laut untuk melaksanakan Pemberdayaan Wilayah Pertahanan Laut.

Salah satu program kegiatan guna mengimplementasikan Pembinaan Potensi Maritim dalam rangka Dawilhanla yang dilaksanakan oleh TNI Angkatan Laut beserta jajarannya termasuk Lanal Melonguane adalah Program Kampung Bahari Nusantara (KBN).

Guna melaksanakan program kegiatan tersebut, sejak beberapa waktu lalu Lanal Melonguane dibawah kepemimpinan Letkol Marinir Adi Sucipto,S.T.,M.Tr.Hanla telah merintis berbagai kegiatan antara lain melaksanakan survei desa-desa yang dapat dijadikan pilot project Kampung Bahari Nusantara, menunjuk personel Bintara Pembina Potensi Maritim (Babinpotmar), melaksanakan koordinasi dengan berbagai pihak di daerah, menyiapkan Posko KBN di desa Alo Kecamatan Rainis Kab. Kepl. Talaud, membuat keramba rumput laut, menugaskan Babinpotmar untuk membina masyarakat nelayan di desa bakal KBN, menyiapkan sarana dan prasarana pendukung KBN, bekerjasama dengan masyarakat setempat memperbaiki keramba jaring apung agar kembali dapat difungsikan, mengirimkan/menempatkan perahu karet dan mesin tempel di Posko KBN guna mendukung tugas-tugas Babinpotmar serta berbagai kegiatan lainnya dalam rangka penyiapan pengukuhan Kampung Bahari Nusantara.

Dengan berbagai keterbatasannya, pelan tapi pasti Lanal Melonguane berupaya merintis dan mewujudkan Kampung Bahari Nusantara di Kabupaten di wilayah perbatasan RI-Filipina ini. Hari ini, Sabtu (01/5/2021) nampak beberapa prajurit Lanal Melonguane mengangkut cukup banyak bibit rumput laut untuk dibawa ke desa Alo/Alo Utara untuk kemudian disebarkan ke dalam keramba-keramba yang telah dibuat dan diperbaiki.

Berkenaan dengan kegiatan tersebut, Komandan Lanal Melonguane menyampaikan bahwa sesungguhnya program KBN meliputi 5 bidang yaitu ekonomi, edukasi, pariwisata, kesehatan dan pertahanan sebagaimana yang telah dicanangkan oleh Pimpinan TNI Angkatan Laut. Namun demikian, dikarenakan berbagai keterbatasan yang ada saat ini, Lanal Melonguane merintis kegiatan tersebut secara bertahap, dimana bidang ekonomi dan pertahanan menjadi prioritas utama untuk selanjutnya bidang lainnya akan dilaksanakan secara bertahap.

Bidang ekonomi program pembinaan KBN yang mulai dirintis saat ini oleh Lanal Melonguane berupa peningkatan pemanfaatan potensi kelautan oleh masyarakat di desa binaan antara lain berupa penyuluhan dan pendampingan kepada masyarakat nelayan, upaya peningkatan sektor perikanan tangkap oleh para nelayan, pengawasan dan pemantauan kegiatan nelayan di laut, merangkul dan membina koperasi nelayan guna meningkatkan produksi dan pengolahan/distribusi hasil perikanan, pembudidayaan rumput laut dalam keramba, serta berbagai kegiatan lainnya yang telah direncanakan oleh Danlanal dengan dibantu oleh Letda Marinir Fahmi Zaky selaku Pgs. Paspotmar.

“Melalui media ini, saya mengharapkan dukungan dari semua pihak guna mewujudkan KBN di Kabupaten Kepulauan Talaud, baik itu pemerintah daerah, BUMN/BUMD di Talaud, pihak swasta, koperasi dan juga segenap lapisan masyarakat sehingga nantinya dapat terwujud. KBN di desa Alo/Alo Utara ini merupakan pilot project, yang mungkin nanti bisa bersama-sama kita kembangkan ke desa-desa lainnya” ujar Danlanal Melonguane.

“Berdasarkan Statistik Perikanan Tangkap yang diterbitkan oleh Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Talaud tahun 2019, disebutkan bahwa potensi perikanan tangkap di Talaud adalah 135.955 ton pertahun, namun tingkat pemanfaatannya baru sekitar 9,97%. Banyak hal yang dapat kita pelajari dan analisa mengapa hal tersebut terjadi untuk kemudian kita buat program-program guna meningkatkannya. Itu baru potensi perikanan tangkap, belum potensi-potensi kelautan lainnya yang ada.

Kalau kita kembangkan, saya yakin seyakin-yakinnya Kabupaten Kepulauan Talaud akan dapat cepat berkembang, maju, sejahtera bahkan dapat benar-benar menjadi beranda Utara NKRI mandiri dan tangguh”, lanjutnya.

“Untuk mewujudkannya memang bukan hal yang mudah, namun minimal kita harus cepat memulai, menambah akselerasi serta meningkatkan sinergi antar instansi sehingga apa yang kita cita-citakan dapat terwujud,” pungkasnya.**

Peliput : Vincent L

Penulis   : Vincent

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed