oleh

Kontraktor Tidak Bayar Kerja Subkon BPJN Sulut Enak Terima Pekerjaan Bermasalah

Tabloidjejak.co.id – BOLMONG RAYA. Beberapa Proyek Balai Jalan Nasional XV Sulut, ditengarai banyak masalah. Tak heran, bila kita melalui ruas jalan sepanjang jalan Nasional yang ada di Sulut dan Gorontalo, akan banyak menemui kerusakan disana-sini.

Kerusakan atas badan jalan pada lokasi-lokasi tertentu, bahu jalan, serta drainase, akan mudah ditemui berbagai kerusakan yang sepatutnya belum waktunya rusak, namun tidak lama dibangun sudah hancur lagi. Akibatnya, tidak jarang, kita akan mendengar kecelakaan sering terjadi, disebabkan rusaknya jalan yang dilalui baik kendaraan roda dua, maupun roda empat.

Hasil pemantauan Tim Tabloidjejak.co.id, khusus penyebab kerusakan untuk pembangunan drainase, disebabkan bukan dikerjakan oleh kontraktor pelaksana, namun diberikan pada pihak ketiga, yang tak ubahnya, tender diatas tender.

Permainan ini, menyebabkan harga beban pekerjaan makin tertekan kebawah. Dimana kontraktor memberi pekerjaan kepada pihak lainnya, dengan harga tertentu, dengan menarik keuntungan tanpa bekerja. Apalagi, harga yang diberikan sangat memberatkan pihak pekerja lainnya, dengan harga sekitar 500 ribu hingga 525 ribu permeter, atau kebih kecil dari harga yang dibayarkan Negara kepada kontraktor.

Akibat tekanan harga yang diberikan kepada pihak lain, atau yang dikenal subkontraktor, maka tidak jarang kontraktor akan memainkan kualitas pekerjaan menjadi rendah. Sudah begitu, permainan kontraktor pelaksana, bahkan ada yang tidak membayar subkontraktor yang sudah menyelesaikan pekerjaannya.

Kasus pekerjaan drainasi dan pembersihan jalan oleh subkontraktor yang tidak dibayarkan, terjadi pada proyek preservasi jalan Poigar – Kaiya – Maelang tahun anggaran 2018. 2 orang Sangadi yang mengerjakan proyek pembersihan jalan dan drainase, tidak dibayar oleh pemilik perusahaan lainnya dari PT. Chi Chi Jaya yang juga mengerjakan jalan yang sama untuk tahun anggaran 2019, dengan cukup banyak masalah.

Keluhan 2 subkon kepada Tabloidjejak.co.id ini, telah ditindaklanjuti dengan memediasi antara subkontraktor dengan pihak BPJN XV Sulut, ditahun 2019, namun hingga berita ini diturunkan tak ada penyelesaian oleh pihak kontraktor, yang dikenal bernama ko Ayung.

Sementara, pihak BPJN XV yang ditemui Subkontraktor yang didampingi wartawan Tabloidjejak.co.id, yaitu KTU BPJN XV Sulut, Artis Lowing dan PPK Steven Dotulong. Upaya pihak BPJN XV yang berkompeten terkait pekerjaan Poigar – Kaiya – Maelang hingga kini tak dapat memaksa ko Ayung agar menyelesaikan pembayaran pekerjaan yang dikerjakan oleh Sangdi tersebut.

Beberapa kali dimintai penjelasan baik ke BPJN XV maupun ko Ayung, atas janji pertemuan lanjutan serta bagaimana penyelesaian pembayaran atas pekerjaan yang sudah dikerjakan, namun tidak juga terselesaikan dengan janji diatas janji yang tak kunjung selesai.

Sementara pihak BPJN XV Sulut yang dimintai pertanggungjawaban atas pekerjaan yang sudah dikerjakan oleh kedua orang sangadi tersebut, kemudian berdalih, bahwa mereka tidakk berhubungan dengan Subkon, namun hanya berhubungan dan bertanggungjawab dengan kontraktor pelaksana.

Sementara Sangadi Roni yang mengeluhkan pekerjaannya yang tidak dibayarkan ko Ayung yag sudah dating dan mengeluhkan pekerjaan yang sudah diselesaikan ke BPJN XV Sulut, mengatakan, bahwa BPJN XV Sulut, enak menerima pekerjaan mereka yang belum dibayarkan. Sepatutnya, menurut Roni, BPJN XV, tidak lagi memberikan pekerjaan kepada kontraktor seperti ini, namun anehnya, masih saja memperoleh pekerjaan, padahal kami sudah keluhkan keburukan dan ulah jelak dari ko Ayung. “Wah parah kalau begini,” tandas Roni.  ***         

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed