oleh

Koalisi Minsel Bersatu Lapor Ijazah Palsu Calon Gubernur CEP ke KPU Prov. Sulut

SULUT – Tabloidjejak.co.id. Mengikuti ajang perlehatan Pilkada serentak tahun 2020 – 2025, Koalisi Minsel Bersatu, kemudian mengambil bagian ingin terlibat mengikuti secara seksama semua tahapan penyelenggaran Pilkada Khususnya pemilihan Gubernur Wakil Gubernur 2020.

Merujuk pertimbangan Koalisi Minsel Bersatu bahwa kurun waktu 10 tahun sebelumnya, kinerja KPU dan Bawaslu mulai ditingkat Kabupaten Minsel hingga Provinsi dan tingkatan yang lebih diatasnya , diduga bekerja tidak benar dan telah terjadi konspirasi  misterius.

Sehingga kalau Pemilu sering diplesetkan memilukan rakyat, itu juga yang dialami masyarakat Minahasa Selatan terkait adanya Bupati yang 2 kali memegang jabataan secara tidak patut, karena diduga kuat berijazah palsu.

Mengakhiri periode ke-2 tahun 2021, Bupati Minsel Christina Eugenya, kemudian melangkah lebih lanjut mengikuti Pilkada serentak untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur  tahun 2020 – 2025, berpasangan dengan Sehan S. Lanjar Bupati Boltim.

Peduli dengan semua kejadian yang sebelumnya telah terjadi secara tidak patut oleh KPU dan Bawaslu yang diduga telah melakukan perbuatan pidana menyalahgunakan Jabatan dan kekuasaan yang berujung kuat diduga telah terjadi kerugian Negara, sehingga Koalisi Minsel Bersatu, kembali melaporkan Christiany Eugenia diduga kuat telah melakukan perbuatan pidana pemalsuan dan penggunaan Ijazah palsu.

Laporan tersebut dimasukkan ke KPU pada tanggal 15 September 2020, setelah 7 hari dari masa tanggapan dan masukan masyarakat yang ditentukan sejak tanggal 4 hingga 8 September 2020 atau masih dalam tenggang waktu 7 hari sebagaimana dimaksud menurut pasal 5 ayat 3 huruf b peraturan Bawaslu No. 14 tahun 2017.

Bahwa dalam surat yang dilayangkan kepada KPU Prov. Sulut, antara lain berupa 2 surat masing : 1. Surat Pengaduan Dugaan Penggunaan Ijazah Palsu Christiany Eugenia Paruntu pada hajatan Pilkada tahun 2020 – 2025, 2. Surat Permohonan mendapatkan Informasi.

Peliput : Prasetyo & Mansur

Penulis/ editor : Henry Peuru.   

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed