oleh

Kisruh Dugaan Penyelewengan Penyaluran Dana BST Di Bangkep

SALAKAN, BANGKEP – Tabloidjejak.co.id. Beberapa pekan lalu, di Kabupaten Banggai Kepulauan khususnya di Kecamatan Bulagi dan Kecamatan Bulagi Utara, terjadi keributan diakibatkan meletupnya dugaan penyelewengan dana bantuan social (BST) yang berujung kepenanganan pihak penyalur yang ditangani langsung oleh Kepala Kantor Pos Salakan.

Menurut Safrudin Agi Kepala kantor pos Salakan, kepada wartawan Tabloidjejak.co.id, melalui telepon seluler menjelaskan, bahwa setiap orang yang telah diusulkan menjadi penerima dana bantuan Sosial (BST) ke Kementerian Sosial, tidak boleh dirubah dan atau dipindah tangankan. “Namun demikian, bila tidak ada orangnya, dapat diganti dan diberi kepada orang lain yang pantas menerimanya,” jelasnya.

Terkait adanya temuan yang meletup hingga membuat resah ditengah masyarakat, diakibatkan adanya penerimaan dana bantuan social milik orang lain namun diduga diambil oleh aparat desa sebagaimana laporan masyarakat desa Ombuli, menurut Safrudin, hal tersebut tidak dapat dibenarkan. “Aparat desa tersebut, tidak berhak menerima dana BST itu,” tandasnya.

Atas dugaan telah terjadi penyimpangan dibeberapa desa, menurut Safrudin, pihaknya akan melakukan penelusuran dan mengecek kembali semua penerima dana BST se-Kabupaten Banggai Kepulauan yang berhak menerima, apakah benar-benar sesuai data yang ada.

Ditambahkan pula, sebagai pimpinan yang bertanggungjawab dengan penyaluran dana BST tersebut, akan melakukan pemeriksaan dan evaluasi atas kinerja aparatnya, sebagai perpanjangan tangan dari Pusat. Namun demikian, Safrudin tidak dapat menjelaskan saksi apa yang akan dikenakan, apabila ditemukan bahwa itu merupakan perbuatan stafnya yang berkonspirasi dengan pihak tertentu lainnya.

Sebagai mitra kerja, “saya sangat berterimakasih kepada media yang telah melakukan pengawasan dilapangan, dimana terjadi polemik ditengah masyarakat tas dugaan adanya penyimpangan penyaluran dana BST,” akunya.

Karena dengan demikian, masyarakat menjadi mengetahui bahwa dana BST tidak bisa diganti  oleh orang lain, kecuali ada ahli waris suami atau istri atau anak yang disertai dengan Kartu Keluarga (KK), apalagi datanya dari Pusat dan petugas dilapangan hanya berfungsi semata-mata menyalurkan bantuan dan tidak boleh mengatur kebijaksanaan lainnya, dan kalaupun tidak disalurkan lanjut Safarudin, dana tersebut harus dikembalikan ke Negara.

Bahwa kisruh atas penyaluran dana BST, ternyata penyaluran bantuan lainnya seperti dana BLT, ternyata ikut ramai jadi pembicaraan, karena memiliki potensi yang sama terjadi penyimpangan, dimana nama penerima orang lain, diganti dengan nama orang lain, termasuk ada juga yang tidak disalurkan kepada penerima  yang sebenarnya, yang kini sudah dilaporkan ke Tim Saber Pungli Kab. Banggai Kepulauan.

Atas penyimpangan yang terjadi seputar dana BLT tersebut, wartawan Tabloidjejak.co.id yang melakukan konfirmasi kepada salah seorang Tim Saber Pungli berinisial AM, menyatakan, bahwa temuan penyimpangan tersebut sementara dalam tahap lidik didesa-desa tertentu yang sudah dikantongi Tim Saber Pungli.

Kepada wartawan Tabloidjejak.co.id, beberapa anggota masyarakat meminta agar pihak kepolisian kiranya menindak lanjuti secara serius berbagai laporan terkait dugaan penyelewengan penyaluran dana BST maupun dana BLT, termasuk kasus – kasus lain yang ada di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Peliput/ penulis : Muis & Friets
Editor  : Henry

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed