oleh

Kebakaran Berantai Kota Luwuk Kembali Hanguskan Sekolah SMK Negeri 1 Luwuk

LUWUK – Tabloidjejak.co.id. Usai menghadapi perlehatan Pilkada tahun 2020, yang akhirnya Kota Luwuk Kabupaten Banggai melahirkan pemimpin baru anak asli suku Saluan, tentunya membuat masyarakat Kota Luwuk patut berbahagia dan bergembira menerima pemimpin baru dengan harapan baru Luwuk lebih maju.

Sayangnya, belum lama suka dinikmati, Kota Luwuk kini harus menghadapi duka atas musibah kebakaran beruntun. Dimana sebelumnya awal tahun Sekolah Theologia Luwuk terbakar, kembali pada tanggal 13 Mei 2021 pasar simpong terbakar, saat umat Islam Kota luwuk sedang mempersiapkan diri untuk Sholat Idul fitri.

Belum selesai duka yang masih bergelayut dihati sanubari masyarakat Kota luwuk, musibah yang sangat mengejutkan dan menghebohkan kembali dialami Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Luwuk terbakar. Maka dunia pendidikan yang dulunya dikenal sebagai SMEP Luwuk harus berduka.

Kebakaran SMK Negeri 1 Luwuk terjadi dihari Senin (24/5/2021) sekitar pukul 10.30 Wita. Api mulai terlihat dan berkobar disaat hari yang memasuki siang dengan suasana teriknya matahari yang panas disertai angin kencang, membuat kobaran api makin membesar dan terus menjilati beberapa gedung lainnya.

Petugas Pemadam Kebakaran yang tiba dilokasi dengan sigap untuk melakukan tugasnya, cukup kewalahan untuk menghadapi api yang terus membesar dan begitu cepat merambat kearea gedung lainnya. Padahal, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) telah dibantu dengan mobil watercanon dari Polres Banggai. 

Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Luwuk Hasdin Malomban, SPd. MM kepada Tabloidjejak.co.id. mengatakan, api bermula dari arah belakang dan diduga api bersumber dari korseleting listrik. Namun yang sangat merisaukan bagi Hasdin, adalah bagaimana persiapan yang dilakukan untuk hari Kamis nanti, “dimana kami akan melakukan ujian secara daring bagi kelas satu dan kelas dua,” urainya.

“Suka tidak suka, mau tidak mau, sebagai kewajiban dan tanggungjawab pembangunan pendidikan oleh Pemerintah, sekolah kami, harus tetap melaksanakannya. Dan tentunya, akan dibantu dengan petugas IT,” papar Hasdin. Jadi, menurut Hasdin, yang menjadi perhatian dan prioritas pertama, adalah melaksanakan ujian.

Sementara terkait kerugian yang terjadi akibat kebakaran tersebut, menurut Hasdin kepada Tabloidjejak.co.id, bahwa pihak sekolah belum bisa merinci besarnya jumlah kerugian yang ditimbulkan akibat dari musibah kebakaran yang terjadi disekolah kami. Tentunya, akan diketahui setelah pihak teknis yang menghitungnya nanti.

Sementara itu salah satu orang tua siswa SMK Negeri 1 Luwuk yang ditemui disela-sela musibah kebakaran, mengaku sangat prihatin atas musibah ini dan tetap mayakini bahwa ujian secara daring untuk kelas satu dan kelas dua yang akan dilakukan pada Kamis nanti akan tetap terlaksana. 

Peliput/ penulis : Muis T.

Editor : Banus. 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed