oleh

Kalau RT Kaban BPBD Kab. Minsel Dibunuh Siapa Pembunuhnya ?

MINSEL – Tabloidjejak.co.id. Kalau kematian tergantungnya RT pada seutas tali yang kakinya masih mencapai lantai dan berada diruang tamu yang begitu mudah diakses dan tidak menjamin rasa aman dan tercapainya dengan sempurna untuk rencana bunuh diri, maka dugaan lainnya, tentu tak jauh, adalah dibunuh.

Seandainya, kematian RT Kaban BPBD Kab. Minsel yang tergantung dengan seutas tali pada ruang tamu di Rumah orang tuanya dibunuh orang, maka tentu perlu dilakukan penyelidikan dengan seksama, agar jelas tanda-tanda kematiannya.

Adalah Tim khusus wartawan Minsel yang kemudian berinisiatif melakukan penyelidikan, dengan menelusuri petunjuk apakah gantung diri atau dibunuh dengan berbagai pendekatan dan aspek tehnis Jurnalis yang secara akademis dan alami terbentuk, menjadi pola penelusuran.

Tim kemudian menyisir tempat kejadian perkara. Dari depan rumah, pintu tertutup tidak dibuka dan dipergunakan sepanjang hari itu, Selasa (17/3-2021). Dari pintu samping, memang pintu tersebut tidak pernah dipergunakan. Hanya pintu belakang yang menjadi akses masuk kerumah.

Menyisir seluruh jendela rumah, termasuk pintu-pintu yang telah diidentifikasi, tak ada satupun memberi tanda adanya kerusakan dalam bentuk apapun baik menggunakan tangan maupun alat bantu lainnya, bila dilakukan upaya masuk kerumah secara paksa.

Sementara bila ditelisik secara mendalam atas pintu satu-satunya yang dapat diakses hanya pintu belakang, maka ada 2 alat pengunci yang nampaknya memberi petunjuk, akan sulit ditemukan rahasia membuka pintu tersebut.

Maka dapat disimpulkan, kalau kematian tersebut dilakukan oleh pembunuh bayaran atau suruhan, maka pengrusakan pintu atau jendelalah yang akan dilakukan untuk merealisasikan rencana pembunuhan.

Bila pembunuhan, dipastikan dilakukan orang dalam atau orang dekat.

Kesimpulan lain, bila menggunakan pembunuh bayaran atau suruhan, paling tidak orang yang memberi perintah pembunuhan tersebut, akan memberi petunjuk bahwa kalau masuk harus melalui pintu belakang. Kemudian memberi tahukan cara membukanya.

Bila pembunuhan dilakukan orang dalam dan atau orang dekat, maka secara otomatis dia sangat mengetahui pintu yang dapat diakses yaitu pintu belakang. Demikian juga, cara membuka pintu tersebut, dengan memasukkan tangan melalui jendela disamping pintu, hingga mencapai 2 alat/ pengait penutup pintu.

Tali yang digunakanpun, nampak tidak memberikan petunjuk sebagai penyebab kematian, namun lebih kepada petunjuk memberikan kemungkinan RT sampai hanya dapat digantung, untuk diduga hanya untuk mengalihkan alibi pembunuhan ke bunuh diri.

Lantas bila RT telah meninggal, dapatkah penyelidikan dugaan penyelewengan dana Covid-19 dilanjutkan ?. ***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed