oleh

KADES KELEI SELINGKUH, PERJANJIAN HUKUM ADAT DILANGGAR

Poso – Tabloidjejak.co.id. Seorang Kepala Desa semestinya menjadi panutan warganya untuk kemudian taat pada hukum, namun hal ini tidak berlaku pada Kepala Desa Kelei Kecamatan Pamona Utara Kabupaten Poso berinisial SL. SL diduga telah melakukan berbuatan tercela dan memalukan yakni perselingkuhan dengan seorang Ibu rumah tangga yang juga merupakan warga Desanya sendiri berinisial LR.

Perbuatan sang Kades ini dilaporkan oleh suami LR ke Kepolisian Sektor Pamona Utara dengan nomor Pengaduan ; 15 / II / 2020 / SPK tertanggal 25 pebrurari 2020. Yang ditterima oleh PS. KA SPKT III Polsek Pamona Utara Bripka Rio Korompis.

Kepada Tabloidjejak.co.id, Viktor suami LR menuturkan, perselingkuhan itu berawal ketika ia berada dalam Lembaga Pemasyarakatan Poso, dimana ketika LR hendak menjenguk dirinya yang selalu ditemani oleh SL. Karena seringnya SL mengantarkan LR, maka “SL pun tergoda dan memanfaatkan kesempatan itu untuk menjalin hubungan dengan LR sejak bulan oktober 2018, seperti pengakuan saat di BAP di Polsek,” sebagaimana tutur Viktor.

Perbuatan mereka sebut Viktor, ternyata diketahui oleh masyarakat Desa Kelei. Dimana SL pun mengakui perbuatan mereka dihadapan Jemaat masyarakat Desa di Gereja. Atas dasar itu sambung Viktor,  SL diberhentikas dari jabatannya sebagai Majelis Jemaat atau Diaken. Berdasarkan pengakuan tersebut, karena SL sebagai Kepala Desa mereka, maka dibuatlah acara Adat Tambun Tanah, Acara Adat ini adalah pengakuan atas perbuatannya sebagai Kepala Desa yang sudah berbuat kesalahan atas perselingkuhan dengan seorang wanita yang merupakan istri orang, dan warga pun sudah memaafkan kesalahan itu untuk tidak melakukan perbuatan itu lagi dan dilupakan.

Namun perbuatan perselingkuhan antara SL dan LR, ternyata masih berlanjut hingga Viktor keluar dari Lembaga Pemasyarakatan Poso pada bulan september 2019. Ini jelas bahwa “SL telah melanggar Perjanjian Hukum Adat Tambun Tanah,” urai Viktor dengan nada geram.

Sementara itu Ketua BPD Kelei Ligimpandi Pelego yang dihubungi membenarkan bahwa peristiwa yang dilakukan oleh Kepala Desa Kelei SL memang benar adanya namun, semuanya kami serahkan kepada pihak yang berwajib karena sekarang persoalan ini tengah ditangani oleh pihak Kepolisian Sektor Pamona Utara.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh penyidik Polsek Pamona Utara yang menangani kasus tersebut Dody. Dikatakannya benar, bahwa kasus ini tengah kami lakukan penyidikan, dan kini sudah dua orang kami panggil untuk dimintai keterangannya sebagai saksi. Lebih lanjut dikatakan Dody, keterlambatan pemanggilan para saksi dikarenakan saat ini dalam situasi pandemi virus corona, namun kami akan tetap bekerja sesuai dengan apa yang diharapkan.

Viktor yang merupakan Suami Sah dari LR berharap agar kiranya Kepolisian Sektor Pamona Utara lebih serius dalam menangani kasus ini.  (Muis).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed