oleh

JPKP Minsel Kawal Laporan Dugaan Korupsi yang Dilaporkan Dewan Minsel dan LSM di Polda Sulut

MANADO – Tabloidjejak.co.id. Salah satu LSM yang ikut melaporkan dugaan sejumlah perbuatan pidana korupsi bersama Anggota DPRD Kab. Minahasa Selatan menjambangi Polda Sulut. Dimana mereka yang menjambangi penyidik Polda sulut yaitu, Katrin Warupaangkey, Djoni Poyoh dan Niko Lonteng.

Kepada Tabloidjejak.co.id LSM JKPD yang dibawah pimpinan Katrin Warupangkey, menceritakan bahwa maksud kedatangan mereka ke Polda Sulut, untuk mengetahui sejauhmana perkembangan hasil pemeriksaan atas laporan dugaan korupsi yang mereka bersama dewan Minsel laporkan.

Katrin kemudian menceritakan, bahwa laporan tersebut dilakukan DPRD Minsel bersama sejumlah LSM termasuk LSM yang dipimpinnya, dimana pelaporan ketika itu dibawah pimpinan langsung wakil ketua DPRD Minsel Steven Lumowa, SH yang juga ketua DPC PDI P Kab. Minsel. Karena itu, pihaknya datang meminta Surat Perkembangan Pemeriksaan Hasil Penyelidikan (SPH2P).

Lebih lanjut keterangan Katrin yang juga diiyakan Djoni Pojoh, bahwa sejumlah dugaan kasus yang  dilaporkan, berupa dugaan korupsi yang terjadi di 5 Instansi dilingkup Pemda Kab. Minsel yaitu dinas PU, Dinas social, Dinas Parawisata, Dinas Pertanian dan Bagian Umum Perlengkapan, serta Perusahaan Daerah.

Disamping mengecek langsung sejauhmana perkembangan hasil pemeriksaan, pihaknya juga menyurati Polda, sambil menunjukkan surat yang ditujukan kepada Bapak Kapolda Sulawesi Utara, tertanggal 19 Februari 2021.

Menurut ketiganya, seperti yang sudah diuraikan dalam surat mereka, bahwa laporan tersebut dilakukan pada bulan Juni 2020 tentang dugaan penyimpangan penyalahgunaan uang Negara, hasil temuan Pansus DPRD Kab. Minsel.

Karena tenggang waktu yang sudah cukup lama, terhitung sejak dilaporkan Juni 2020 hingga kini februari 2021 atau telah berjalan sekitar 9 (Sembilan), “maka sangat pantaslah kami menanyakan dan mengingatkan kepada pihak Polda untuk memberikan informasi kepada kami,” tandas mereka bertiga.

Setelah menanyakan secara langsung disertai pemasukan surat tertanggal 19 Februari 2021, Katrin kepada Tabloidjejaak.co.id, menyatakan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti recheck untuk yang kedua kali pada bulan maret 2021 ini.

Katrin kemudian menceritakan, pihak penyidik menceritakan bahwa baru instansi Dinas Pertanian Kab.  Minsel yang dilakukan pemeriksaan. Dimana pemanggilan untuk pemeriksaan, telah dilakukan sebanyak 2 kali. Sementara kadis Pertanian Minsel ketika dikonfirmasi melalui no HP 081342657XXX terkait laporan Dewan Minsel dan LSM membenarkan apa yang disampaikan Katrin kepada Tabloidjejak.co.id.***

Peliput : Jantje

Editor : Henry P.   

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed