oleh

Istri Plt. Hukum Tua Kaneyan Laporkan Masyarakat Pendemo ke Polres Minsel

MINSEL – Tabloidjejak.co.id. Demo Masyarakat Desa Kaneyan yang ditebar pada malam rapat desa khusus tahap II, yang menetapkan penerima bantuan langsung tunai (BLT) dari Musdesus tahap I yang menetap 20 penerima, ditambah Musdesus tahap II yang menetapkan 72 penerima, sehingga jumlah penerima menjadi berjumlah 92 orang.

Menurut Plt Hukum Tua Hanny Ratu yang dijumpai dirumahnya, terkait demo malam naas, hingga berlanjut ke pelaporan masyarakat ke Dewan Kab. Minsel maupun ke Dinas PMD Kab. Minsel, bahwa atas perbuatan masyarakat pendemo, istrinya telah melapor ke Polres Minsel.  

Andry Widyanti istri Plt. Hukum Tua yang mendampingi suaminya, kemudian menyatakan benar dia telah melapor dengan menunjukkan Tanda Bukti Lapor Nomor : TBL 1/60/VI/2020/SPK-Res Minsel tertanggal 1 Juni 2020. Alasan istrinya melapor bahwa dia keberatan karena suaminya dipermalukan.

Sementara sang suami yang merasa dipermalukan sebagai perbuatan delik aduan, tidak mau melaporkan, namun menolak semua tuduhan baik sebagai pangmabo, pangbahugel maupun tukang pukul istri.

Terkait adanya pengakuan dari sumber Tim Tabloidjejak.co.id, bahwa wanita putih mulus simpanannya bermarga L asal desa Koren, Plt. Hukum Tua menolak dan tidak mengakui hubungannya dengan wanita tersebut. Widyanti yang sangat cinta kepada suaminya tersebut, “memang mengakui ada issue-isue terkait adanya hubungan gelap suaminya dengan wanita lain, namun dia tidak mempercayai,” tandasnya.

Terkait adanya keributan wanita yang diduga pelakor dengan Widyanti, istri Plt. Hukum Tua, mengakui memang pernah ada keributan kecil di Posko Covid-19, karena dia tidak mau adanya pertemuan wanita tersebut dengan suaminya karena merasa cemburu. “Sebagai wanita, tentu rasa cemburu itu biasa dan lumrah,” akunya.

Sementara soal bahwa Widyanti yang ‘konon’ pernah melapor kepada ketua PUSPA yang juga anggota DPRD Kab. Minsel yang menyatakan, bahwa dia tidak pernah melapor. “Mengenal anggota dewan tersebut pun tidak,” tandas Widyanti.

Ketika disoali bahwa pertengkaran dan pemukulan sudah sering terjadi, sehingga mengganggu lingkungan masyarakat disekitarnya, Plt. Hukum Tua, tidak mengakui bahwa dia sering memukul istrinya. Bahkan istrinya ikut membantahnya. Namun ketika diungkapkan bahwa suatu waktu perkelahian terjadi dan dilerai seorang opa, sambil diperlihatkan pengakuan opa tersebut dalam video, keduanya mengakuinya, namun mereka mengakui hanya pertengkaran kecil yang biasa terjadi dalam suatu keluarga, “namun tidak sering seperti laporan masyarakat,” ujar keduanya. 

Demikian pula bahwa ibu Widyanti pernah masuk rumah sakit yang diduga karena pukulan suaminya, istrinya membantah sebagai disebabkan pukulan, namun karena dia memiliki penyakit kekurangan darah putih yang harus melakukan opname di Rumah Sakit.***

Peliput : Jantje M

Editor  : Henry P

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed