oleh

Gelar Deklarasi Tolak Politik, Hoax dan SARA Terkesan Asal-asalan

TabloidJejak.co.id. SULUT – Bawaslu Prov. Sulut gelar Deklarasi tolak Politik Uang, berita Hoax dan Kampanye SARA, bertempat di Hotel Four Point, Jumat (9/10-2020), yang menghadirkan sekitar 7 orang calon Bupati, Wakil Bupati, Wali Kota, Wakil Walikota, Gubernur dan Wakil Gubernur.

Acara berlangsung nampak kurang serius, terlihat dari ketidakhadiran salah satu ketua penyelenggara pemilihan yaitu KPU Prov. Sulut yang didaulat untuk memberikan kata-kata sambutan, sehingga kata-kata sambutan harus digeserkan ke pembicara lainnya.

Sementara peserta paslon, juga hanya diwakilkan salah satu pasangan calon tanpa pasangannya secara utuh, bahkan ada pasangan calon yaitu pasangan calon Gubenur Christiany Eugenia Paruntu dan Sehan Salim Lanjar, keduanya tidak hadir sama sekali. “Sehingga komitmen menolak politik uang, berita hoax dan kampanye Sara,” sulit dipertanggungjawabkan oleh pasangan tersebut, ujar salah seorang stakeholder yang mengikuti acara tersebut.

Demikian pula, saat pembukaan acara yang didahului dengan lagu Indonesia Raya, tiba-tiba terhenti ditengah jalan, seolah lagu tersebut tak dipandang, sebagai sebuah pelecehan terhadap lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Sementara acara yang nampak tak teratur, dan berkesan berlangsung tanpa wibawa tersebut, yang kuat dugaan tanpa informasi dan sosialisasi yang kurang lengkap dari penyelenggara tersebut, tak dibarengi dengan pemasangan kaus deklarasi terhadap peserta secara simbolis, agar bisa dipakai saat deklarasi.

Kondisi acara deklarasi yang kurang menarik dan terkesan tidak serius serta tidak berwibawa tersebut, makin sulit menunjukkan keinginan untuk mewujudkan integritas, adil dan objektif, melihat protocol kesehatan terkait pendemi Covid, sulit dikendalikan, baik penyerahan dan perlakuan cuci tangan, pemasangan dan pembagian masker yang tidak merata, termasuk jarak yang tak terjaga.

Apalagi awal deklarasi yang akan dimulai dengan melakukan rapid testpun, diabaikan dan membiarkan petugas rapid seperti ditelantarkan. Melihat kenyataan yang demikian ini, “harapan menghasilkan Pilkada yang baik, jujur, objektif dan berintegritas , nampaknya sulit diwujudkan,” ujar salah seorang peserta, saat berbincang-bincang menyoroti acara yang terlihat asal-asalan.     

Peliput/Penulis: Prasetyo

Editor: Henry   

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed