oleh

FRAKSI PDI- P Kab. MINUT SOROTI KELANGKAAN BIBIT JAGUNG

MINUT – Tabloidjejak.co.id. Dewan Perwakilan  Rakyat  ( DPRD) Kabupaten  Minahasa Utara ( MINUT) saat paripurna, menyoroti kekosonggan  bibit  jagung  dan harga di pasaran,  melalui fraksi  partai Demokrasi  Indonesia  Perjuangan ( PDI-P)  di gedung DPRD  MINAHASA  UTARA.

Pernyataan tersebut, disampaikan  oleh anggota fraksi  Jemmy Mekel  yang  menjadi  eksekutor  dalam  membacakan  pandangan  umum fraksi pada  paripurna  Rancanggan  Praturan  Daerah  tentang  perlindunggan  lahan pertanian  pangan  berkelanjutan  ( PLPB)  dan saat penyampaian Rancangan  KUAPPAS), Tahun  anggaran 2020, tadi  malam.

” Kita sangat  menyayangkan  dalam rancanggan Perda tentang  perlindungan lahan pangan  berkelanjutan, penyediaan bibit jagung ternyata kosong,” ungkap Jemmy Mekel melalui pembacaan di mimbar saat sidang  di kantor DPRD.

Ditambahkan  juga  oleh ketua  Komisi II Jemmy Mekel, harga dipasaran  anjlok, kami yang merupakan representasi masyarakat, telah mendengar keluhan masyarakat. Dimana sebagian  besar petani  sangat berharap dapat perhatian  khusus  dari instansi terkait untuk masalah bibit jagung”,  ujar  legislator vocal  Jemmy Mekel yang juga bendahara  PDI-P  DPC  MINAHASA  UTARA.

Kepala dinas Ir. Wangke Karundeng, saat dihubungi lewat  via telpon  membantah, jika sekarang ini terjadi  kekosonggan stok  bibit jagung,”. Saat ini bibit  tersedia, namun terbatas  baik yng ada di Dinas  maupun dipasaran. Perlu di ketahui  bibit tersedia  namun  terbatas  penerima  bibit hanya kelompok  perindustirian. Itu sudah  kami  lakukan  dan bergulir, “jadi tidak  benar kalau ada kekosonggan,” ucap kadis,

Lanjut Wangke, bahwa Pemkab Minut untuk tahun anggaran 2021 ini, pada tahap awal telah menyalurkan bibit sebanyak  7 ton, tahap ke 2 sebanyak 3 ton dan tahap ke 3  juga  3 ton. Program ini, direalisasikan setiap musim tanam di daerah hingga mencapai 3 sampai 4 kali dalam setahun.

Peruntukan  bibit  terbatas, jadi  kalau sudah  dapat tahap pertama  tidak dapat tahap  selanjutnya, mengacu  peraturan  menteri, kalau sudah dapat tahun  ini tidak bisa di berikan tahun mendatang, semua ketersediaan stok, berdasarkan anggaran di Dinas pertanian,  petani bisa memanfaatkan  benih  komposit untuk penanaman berulang- ulang  kali”, terang kepada Dinas  pertanian wangke karundeng saat di konfirmasi media ini.***

Peliput : Jansen Rarung

Editor : Prasetyo

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed