oleh

Dugaan Penggelapan Tantiem 9,7 M Bank SulutGo di PN. Manado Hadirkan Saksi Fakta

MANADO. Tabloidjejak.co.id – Proses sidang terkait adanya dugaan Perbuatan Melawan Hukum berupa perbuatan penggelapan dana Tantim milik Komisaris dan Direksi periode sebelum kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey, SE, yang telah memasuki gugatan kedua (2) ini, kini memasuki proses pemeriksaan saksi-saksi.

Dimana sidang yang direncanakan akan berlangsung tanggal 10 Desember 2020, harus tertunda hingga tanggal 16 desember 2020. Dimana siding yang berlangsung, para penggugat menghadirkan saksi fakta saudara Decky Geruh, staff di Kesektariatan Bank SulutGO.

Sebagaimana amanah undang-undang yang aturannya jelas tentang perseroan No 4 tahun 2007, bahwa yang dimaksud dengan tantiem adalah keuntungan perusahaan yang dihadiahkan kepada Direksi dan Komisaris oleh pemegang saham sesuai prosentasi yang ditentukan sebagai hak mereka.

Bahwa atas dasar undang-undang tersebut kemudian, “para pemohon meminta hak tantiem tersebut,” tandas sumber SinarPERSada.com. Dan upaya para pemohon telah dilalui dalam proses yang cukup panjang. Mulai dengan pendekatan sesuai etika manajemen yang berlaku, hingga bentuk kekeluargaan perbankan, namun selalu mentok tanpa ada keinginan baik oleh pihak Direksi maupun Komisaris yang kini memimpin Bank SulutGo.

Tantiem yang telah diputuskan melalui RUPS pada tahun 2017 tersebut sebesar 13 Miliar tersebut adalah hak kami sesuai masa kerja dan pengabdian untuk tahun buku 2016 selama 9 bulan, yang kuat dugaan para pemohon, telah digelapkan oleh Direksi dan Komisaris baru, hingga kini telah memasuki pemeriksaan saksi fakta.

Sesuai perhitungan masa kerja dan pengabdian kami selama 9 bulan baik sebagai Direksi maupun sebagai Komisaris dari 13 Miliar yang telah ditetapkan, maka hak para pemohon, adalah sebesar 9.750 Miliar.

Namun karena hak kami tersebut tidak diberikan oleh Direksi dan Komisaris baru, dengan alasan sesuai hasil RUPS, katanya, hanya akan diberikan kepada Direksi dan Komisaris baru yang baru bekerja selama 3 bulan atas total tantiem tahun buku 2016 sebesar 13 Miliar, tentunya tindakan yang tidak memiliki dasar hukum tersebut, tentunya membuat para pemohon harus mengambil langkah hukum.

Dari hasil pemeriksaan saksi fakta yang menghadirkan saudara Decky Geruh mantan staff Bank SulutGo, membenarkan adanya jasa tantiem bagi Direksi dan Komisaris berdasarkan kinerjanya yang selalu diberikan sesuai tahun buku, berdasarkan pembagian yang diberikan oleh pemegang saham.  

Sidang yang berlangsung pada tanggal 16 Desember 2020, hanya memeriksa 1 orang saksi fakta, dan sesuai keputusan majelis hakim PN. Manado, akan dilanjutkan kembali pada tanggal 6 Januari 2021. Dimana menurut salah seorang pemohon, pihaknya akan menghadirkan saksi fakta dari kalangan mantan Komisaris.   ***      

Peliput : Prasetyo

Editor   : Henry

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed