oleh

Dua Anggota DPRD Kab. Minsel dari PDIP Geledah Rumah Kadis Sosial Minsel

Amurang – Tabloidjejak.co.id. Heboh postingan Wakil Ketua DPRD Kab. Minahasa Selatan Steven Lumowa dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang menerobos masuk Rumah Kadis dengan mengambil gambar tumpukan bantuan yang akan disalurkan kemasyarakat, kini jadi buah bibir dijagad Medsos.

Berdasarkan sumber terpercaya, ternyata yang melakukan penggeledahan barang bantuan Pemerintah untuk bencana non-alam Covid-19 adalah saudara Steven Lumowa selaku wakil Ketua DPRD Kab. Minsel dan Franky Lelelmboto selaku ketua Komisi II yang keduanya dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Kedua orang penting Dewan Kab. Minsel ini, masuk tanpa diketahui dan seizin tuan rumah. Mereka menerobos masuk secara paksa walau dicegat 2 orang pembantu yang menjagai rumah kepala Dinas Sosial Kab. Minsel tersebut.

Ketika wartawan tabloidjejak.co.id melakukan konfirmasi kepada Kadis social Sofie Sumampouw, menjelaskan bahwa ketika itu, dia berada di Motoling menyalurkan bantuan kepada masyarakat disana. Jadi dia tidak mengetahui kalau ada tamu tak diundang datang kerumahnya.

Ketika ditanya apakah anggota dewan memiliki nomor kontak Kadis Sosial, dijelaskan bahwa semua anggota Dewan memiliki nomor kontak miliknya, karena mereka merupakan mitra kerjanya. Demikian juga sebaliknya, sebagai Kadis juga memiliki nomor kontak Pimpinan Dewan dan anggota Dewan.

Namun begitu, Kadis menyatakan tidak pernah menerima telepon dari kedua anggota dewan untuk melakukan pemeriksaan atau apapun terkait adanya dugaan penimbunan sembako sebagaimana yang tuduhan yang dilemparkan ke public melalui dunia maya.

Bahkan menurutnya, kedua anggota Dewan yang masuk kerumahnya, sempat terjadi insiden kecil terkait dengan upaya paksa untuk menerobos kerumahnya. Namun dengan membawa nama sebagai anggota Dewan, senjata jabatan dan kekuasaan mereka dapat memaksa masuk kerumahnya, serta mengambil foto dan mengekspose ke media Sosial dengan dugaan tuduhan menimbun hingga seribu karusng sembako serta membagi-bagikannya secara senbarang, termasuk malam itu, katanya memberi 20 karung dari desa lainnya.

Tuduhan itu, menurut Kadis Sosial, merupakan fitnah yang sangat kejam dan mempermalukan keluarganya. Tidak benar ada seribu karung dan tidaak benar ada 20 yang dibagikan secara sembarang tanpa setahu dirinya. Setiap penerimaan barang ada tanda terima dan setiap pengeluaran barang ada bukti pengeluaran barang, dan yang menangani hal tersebut ada petugas khusus, sambil meminta petugas tersebut menunjukkan bukti tumpukan kertas admisnistrasi tentang pencatatan keluar masuknya barang. ***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed