oleh

Diduga Keterangan Palsu Kel. Herman Taneng Picu Pengrusakan Kubur & Pencurian Tulang Belulang Keluarga Dotu Baginda

MANADO  – Tabloidjejak.co.id. Komplein kubur Dotu Baginda yang kini dibongkar oleh kepentingan tertentu, kini menciptakan polemic serius antara pihak Keluarga Dotu Baginda dengan pihak Badan Pembangunan Jalan dan Jembatan Nasional XV Manado dan pihak Dinas Perumahan Kawasan Permukiman & Pertanahan Daerah Prov. Sulut.

Polemik ini diduga dipicu dengan keterangan palsu oleh pihak anak ( suami – istri ) Keluarga Herman Taneng, yang menyatakan kubur atau makam yang dikomplein Keluarga Dotu Baginda yang berada diarea tanah yang dikuasai oleh Keluarga Herman Taneng, bahwa tidak ada kubur.

Penjelasan bahwa tidak ada kubur atau makam ditanah yang dikuasai Keluarga Herman Taneng yang akan dibebaskan oleh Panitia Pelaksanaan Pengadaan Tanah (PPPK), sebagaimana disampaikan istri dan anak dari Herman Taneng, saat dikonfirmasi wartawan Tabloidjejak.co.id dan SinarPERSada.com di Tokonya, Kamis (26/8-2021).

Penegasan berulang-ulang oleh anak dari Keluarga Herman Taneng ini, bahwa ditanah yang mereka kuasai tidak ada kubur. “Setahu kami selama ini, tidak ada kubur,” tandas keduanya. Mereka juga mengakui bahwa sekitar 15 tahun yang lalu, ada orang yang mengaku bahwa itu ada kubur mereka, namun kami katakan, kalau keberatan silahkan lapor ke Polisi.

Babe Asnat Baginda sebagai ahli waris Keluarga Dotu Baginda menyatakan kepada wartawan Tabloidjejak.co.id, SinarPERSada.com dan SiPERS TV, bahwa benar saya yang telah memberi tahu adanya kubur dotu Baginda sebagai bukti kepemilikan tanah 2 ha tersebut, namun tidak digubris Herman Taneng.

“Menurut informasi yang disampaikan langsung oleh Kadis Perkimtan Prov. Sulut kepada saya,” aku Babe Baginda, bahwa pihak Kel. Herman telah memberi keterangan bahwa ditanah yang dikuasainya, tidak ada kubur. Sehingga patut diduga, keterangan palsi inilah, yang merupakan pemicu polemic pengrusakan kubur dan pencurian tulang belulang milik Keluarga dotu Baginda.

Mengapa saya tegaskan bahwa pihak Keluarga Herman Taneng telah memberikan keterangan palsu sehingga terjadi transaksi yang berujung pada pengrusakan kubur dan pencurian tulang belulang milik keluarga, karena dengan adanya SK Gubernur Sulut No. 222 tahun 2020 tentang Pembentukan dan Penetapan Panitia Pemindahan makam, jelas merupakan bukti adanya makam ditanah tersebut,” tandas Babe baginda.

Demikian pula yang tak dapat dipungkiri, adanya berbagai pengakuan dan kesaksian para penggali kubur yang memindahkan tulang belulang dari lokasi kubur Keluarga kami, maupun oknum tertentu yang melihat adanya sejumlah tulang belulang yang digali dari kubur untuk dipindahkan. “ Ini jelas merupakan bukti dan fakta yang tidak dapat dibantah oleh pihak Kel. Herman Taneng, yang jelas-jelas telah memberi keterangan palsu, sehingga patut saya duga lahirnya sertifikat yang patut diragukan keabsahannya,” tandas Babe baginda.

Peliput : Henry, Prasetyo & Hein

Editor : Henry Peuru

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed