oleh

Deposito Fiktif Warna Baru Modus Bobol Bank SulutGo

MANADO. Tabloidjejak.co.id – Sejak puluhan tahun Bank SulutGo (sebelumnya Bank Sulut) beroperasi, Bank ini diwarnai dengan berbagai kasus pembobolan Bank yang selalu melibatkan permainan orang dalam Bank SulutGo.

Bahkan yang menjadi otak dari pembobolan Bank SulutGo, diduga merupakan rancangan dari orang Bank SulutGo dengan memanfaatkan atau melibatkan pihak lain dari kalangan eksternal Bank SulutGo. Misalanya, kasus yang sangat menghebohkan kasus SUN bodong yang melibatkan Direktur Utama dengan seorang pengusaha dari Jakarta.

Kemudian mencuat kembali kasus SUN yang telah merugikan ratusan miliar Bank SulutGo, yang hingga kini pun tak berlanjut proses hukumnya, yang diduga masih tersimpan rapih ditangan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara.

Sudah kasus SUN membuat heboh karena mengalami kerugian ratusan miliar rupiah, pembobolan bukan hanya oleh orang dalam kepada Bank SulutGo yang dikelolahnya, namun antar pengendali manajemen Bank SulutGo, juga ternyata main embat rekan kerja sendiri. Dimana dan tantiem milik Direksi dan Komisaris diduga ikut digelapkan oleh Direksi dan komisarisnya, yang kini masih bergulir di Pengadilan Negeri Manado.

Berbagai modus yang terus mewarnai pembobolan Bank SulutGo, bukan hanya berupa permainan kredit macet akibat tidak teliti dan lemahnya proses penilaian atas agunan sebagai jaminan, yang kuat diduga hanya merupakan permainan akal-akalan untuk membobol Bank SulutGo melalui kredit macet, semisal diwilayah gorontalo, kini diduga pembobolan melalui modus kredit macet, diduga terjadi di Bank Cabang Utama, Bank Cabang Calaca dan Cabang Bitung, diduga oleh orang dan Tim yang sama.

Namun kehebohan yang terus berlangsung marak diperjalanan tahun terakhir ini, anehnya, terjadi pada saat kelengkapan manajemen Bank SulutGo makin besar dengan jumlah tenaga kerja yang makin gemuk.

Mulai dengan jumlah meningkatnya jumlah Direksi yang sebelumnya hanya sekitar 10 direksi kini membengkak menjadi sekitar 15 or 16 direksi. Demikian juga dulunya Komite Audit dan komite Pemantau hanya berkisar 4 orang kini membengkak hingga puluhan orang.

Entah pengangkatan orang-orang tersebut, memiliki kompetensi yang mumpuni atau tidak, menurut sumber SinarPERSada.com, tidak jelas, sebab merupakan orang-orang yang diirekrut dari tim-tim yang berperan dalam proses pemenangan Pilgub.

Kini kehebohan dengan modus baru adalah pembobolan melalui pembuatan Deposite Palsu atau deposito fiktif. Persoalannya, pembobolan senilai sekitar 38 miliar tersebut, tak membuat yang terbobol bersuara atas bobolnya deposito miliknya. Artinya, deposito ini milik mahluk gentayangan.

Tak heran bobolnya deposito senilai 38 miliar tersebut, mengundang berbagai tanggapan miring dari masyarakat, bahwa doposito tersebut, merupakan deposito tak bertuan, alias deposito palsu atau deposito fiktif yang diduga merupakan modus baru permainan orang dalam atau orang penting tertentu.

Indikator kuatnya modus pembobolan melalui doposito fikif ini, bekitu tak ditanggapi serius oleh para direksi maupun para Komisaris. Padahal kerugian bernilai sangat besar. Bahkan bila kerugian terjadi pada Bank, maka sesuai ketentuan undang-undang perbankan maka para pihak pemimpin Bank harus melakukan ganti rugi tanggung renteng. Tapi faktanya, tak ada tanggapan serius. Ada apa ??. upaya meminta konfirmsi dari salah satu divisi, belum berhasil.  ***    

Peliput/ Editor : Henry

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed