oleh

Debat Rica Tomat Dewan Kota Manado Versus LSM Ciptakan Kebuntuan Pembahasan APBD-P

MANADO. Tabloidjejak.co.id. – Kisruh pembahasan Anggaran Pendapatan Biaya Daerah Perubahan (RAPBD-P) Kota Manado terhenti, akibat ditolaknya pembahasan KUA PASS oleh pihak Legislatif, karena takut dipenjara.

Pernyataan takut dipenjara karena akan membahas APBD-P Kota Manado, mencuat saat terjadi pertemuan antara sebagian anggota dengan sejumlah tokoh LSM se-kota Manado, penegasan ini diungkapkan salah seorang anggota dewan Kota Manado bernama Lily.

Sebelumnya, wartawan tabloidjejak.co.id menemukan informasi bahwa dokumen APBD-P baru dimasukkan pada tanggal 17 September 2020. Selanjutnya digelar rapat bersama seluruh fraksi yang ketika itu juga dihadiri ketua TAPD.

Selanjutnya, dilakukan rapat paripurna, dimana dalam penjelasan Walikota, tidak menyentil adanya dana pinjaman. Selanjutnya, DPRD masuk pada langkah pembahasan atas APBD-P dan menerima dokumen APBD-P, dimana telah juga dimasukkan dana pinjaman.

DPRD Kota Manado, tidak menyetujui adanya dana pinjaman yang dimasukkan pada APBD-P, dan mengambil keputusan tidak akan membahas APBD-P, bila tidak direvisi. Tarik ulur revisi akhirnya menyebabkan pembahasan tidak dilakukan, hingga saat ini dimana suasana kian memanas.

Memanasnya tarik ulur kelangsungan pembahasan APBD-P tahun 2020 ini, terkuak adanya ancaman, sebagaimana pengakuan ketua DPRD Kota Manado Altje Dondokambey dari ketua TAPD. Bahkan altje menyatakan agar THL tidak termakan hasutan pihak tertentu yang sengaja ingin mengmbil keuntungan. Bahkan lebih lanjut ditegaskannya, kalau dipaksakan, berarti ada kepentingan tertentu, tanpa menjelaskan kepentingan tersebut akan dimanfaatkan oleh siapa.

Fenomena ketegangan antara pihak DPRD kota Manado dan sekelompok tokoh LSM Kota Manado nampak memanas, dan cenderung saling tuding dan berteriak ala debat dipasar dan kaki lima jualan rica tomat. Padahal, menurut sumber LSM, sebenarnya mereka ingin melakukan mediasi guna memecahkan kebuntuan antara pihak Legislatif dan Eksekutif demi pembangunan rakyat kota Manado.  **

Peliput : Miranti & Mansur

Editor : Henry

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed