oleh

Dana 82 Juta Rupiah Diduga Diembat Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banggai

LUWUK – Tabloidjejak.co.id. Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banggai Baharuddin S.Sos, mengakui telah menerima uang sejumlah 82 juta rupiah dari PT. Sasl & Sons Indonesia (SALS) yang bergerak dibidang bahan makanan beralamat di Desa Kayutanyo Kecamatan Luwuk Timur.

Ditemui diruang kerjanya, Rabu (03/06/2020), mengatakan, bahwa uang yang diterima dari PT. SASL itu merupakan hasil kegiatan dari pembuangan limbah industri perusahan tersebut yang dibuang di Tempat pembuangan Akhir (TPA) sampah di Desa Bunga Kecamatan Luwuk Utara.

Diakuinya pula bahwa uang tersebut tidak masuk dikas Dinas Lingkungan Hidup atau tidak masuk sebagai retribusi namun masuk ke rekening pribadi EL seorang tenaga honorer di Dinas tersebut. Baharuddin juga mengatakan bahwa uang yang diterima dari perusahan tersebut digunakan sebagai biaya operasional dan atas perintah Pak Kadis uang tersebut  dibelikan sembako, kemudian uang tersebut juga di bagi ke sejumlah orang termasuk seorang mandor yang menjaga TPA tersebut.

Sebelumnya sekertaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banggai Andi Aisya Ali, S.TP yang ditemui diruangannya, Selasa (02/06/2020) mengatakan tidak pernah mengetahui ataupun dilaporkan kepadanya bahwa telah masuk uang sejumlah 82 juta ke Kas Dinas, artinya tidak melalui retribusi. Karena menurutnya, dia yang justru membawahi keuangan di dinas ini namun tidak mendapat laporan kepadanya.

Sementara itu Praktisi Hukum yang cukup terkenal di Kabupaten Banggai bahkan hingga di Banggai Kepulauan Yusak Sihaya, SH, mengatakan sepanjang uang yang masuk itu tidak melalui ketentuan aturan hukum maupun peraturan daerah itu sendiri, apa lagi masuk kerekening pribadi tanpa diketahui oleh pemerintah, maka itu dikatakan suatu penyimpangan.

Olehnya itu, pihak Kepolisian Resor Banggai dan Kejaksaan Negeri Luwuk kiranya segera melakukan penyelidikan, untuk menindak lanjuti atas dugaan penyimpangan tersebut. Yusak kemudian menambahkan, bahwa ini masuk pada pungutan liar (Pungli). Dan ini juga ada indikasi ke gratifikasi, suap menyuap. Jelas, “ini merupakan modus, melalui salah satu nama seseorang akan tapi arahnya kesalah satu pejabat,” tegas Yusak.  “ini dilakukan supaya tidak di ketahui oleh siapapun,” tandas Yusak lebih lanjut.

Terkait pembuangan limbah yang diduga dari PT. SASL & Sons Indonesia (SASL) ke TPA menurut Akli Suong sekertaris LSM GAM yang bergerak dibidang lingkungan di Kabupaten Banggai, seharusnya ada pembuatan Instalasi Pengolahan Air Limbah ( IPAL), karena pembuangan limbah dari industri perusahan tersebut ke TPA tidak mempunyai standar lingkungan.

Aparat keamanan sepatutnya, segera menindak lanjuti terhadap kegiatan itu, karena ini sangat membahayakan lingkungan, yang tidak mempunyai standar izin lingkungan terhadap pembuangan limbah ke TPA. Kaitan dengan perusahan sambung Akli seharusnya dalam melakukan aktifitas kegiatan perusahannya IPAL ini seharusnya ada sebelum beroperasi.

Dan ketika Dinas Lingkungan Hidup memberikan rekomendasi ke TPA untuk pembuangan, seharusnya TPA mempunyai klasifikasi sebagai tempat pembuangan limbah dan Dinas Lingkungan Hidup seharusnya mempertanggungjawabkan TPA itu menjadi tempat pembuangan limbah yang layak. Sekertaris GAM ini menyarankan agar kiranya aparat keamanan dalam hal ini Kepolisian sepatutnya, segera menelusuri ats izin pembuangan limbah tersebut.

Peliput : Muis

Penulis : Muis

Editor : Henry P  .                 .       

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed