oleh

CEGAH PENYEBARAN FAHAM RADIKALISME DAN TERORISME DI LINGKUNGAN LANAL MELONGUANE

MELONGUANE – Tabloidjejak.co.id.  Menyikapi beberapa kejadian aksi terorisme yang terjadi akhir-akhir ini, selain meningkatkan pengamanan di wilayah perbatasan guna memberikan rasa aman kepada masyarakat, Letkol Marinir  Adi Sucipto, S.T., M.Tr.Hanla selaku Komandan Lanal Melonguane, juga meningkatkan pengamanan internal di kesatuan yang dipimpinnya.

Demikian juga dilakukan upaya meningkatkan kesiapsiagaan operasional dengan cara melaksanakan berbagai latihan, menyiapkan berbagai alutsista yang dimiliki serta melaksanakan program-program pencegahan penyebaran faham radikalisme dan terorisme di lingkungan kesatuan yang dipimpinnya, sebagimana release yang dikirimkan pihak Lanal Melonguane kepada Ka. Biro. Talaud melalui Telegram bernomor : ……..MLO/PR/IV/2021.

Salah satu bentuk program pencegahan penyebaran faham radikalisme dan terorisme di lingkungan Lanal Melonguane, Pamen berpangkat Letkol Marinir alumni Akademi TNI Angkatan Laut tahun 2000 ini memberikan pengarahan khusus kepada seluruh prajurit dan Jalasenastri baik secara tatap muka secara langsung bagi yang berada di Mako Lanal Melonguane maupun secara vicon kepada prajuritnya yang berada di Posal/Posmat serta Jalasenastri yang tidak tinggal di Melonguane.

Dalam release tersebut menyebutkan, terkait dengan kegiatan Jam Komandan, yang khusus mengupas tentang apa dan bagaimana faham radikalisme/terorisme yang ada di Indonesia, apa bahayanya bagi negara Indonesia, TNI/TNI Angkatan Laut maupun bagi diri prajurit dan keluarga, atas berbagai aksi terorisme di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini.

Apa dan bagaimana cara kelompok radikal/teroris merekrut anggota/simpatisan dan melakukan aksinya, serta bagaimana cara mencegah faham radikal tersebut agar jangan sampai masuk ke dalam lingkungan keluarga besar Lanal Melonguane, juga disebutkan dalam release tersebut.

Berkaitan dengan kegiatan tersebut, Komandan Lanal Melonguane menyatakan bahwa tujuan dari pengarahan atau Jam Komandan tersebut adalah agar seluruh prajurit maupun Jalasenastri di lingkungan Lanal Melonguane tidak ada yang terpengaruh atau terpapar oleh faham radikalisme dan atau terorisme.

Pemberian pemahaman tentang Jati Diri Prajurit TNI sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional dan Tentara Profesional kepada seluruh prajuritnya juga dilakukan agar seluruh prajurit yang dipimpinnya menyadari betul akan jati dirinya, termasuk bertugas demi kepentingan negara di atas kepentingan daerah, suku, ras, golongan dan agama.

Pemberian pengarahan atau Jam Komandan yang juga dilaksanakan melalui vicon kepada ibu-ibu Jalasenastri yang tidak tinggal di Melonguane dilaksanakan agar keluarga para prajurit yang berada tinggal jauh dan terpisah dari suami juga terjaga sehingga terhindar dari pengaruh-pengaruh negatif termasuk radikalisme dan atau terorisme.

Mengakhiri pernyataan melalui releasenya, Danlanal Melonguane juga menyampaikan terima kasih dan apresiasinya yang tinggi bagi seluruh prajurit dan Jalasenastri di lingkungan Lanal Melonguane, khususnya yang berada jauh dari Melonguane namun tetap mengikuti pengarahan tersebut dengan baik.

Ia mengharapkan dengan berbagai program maupun seringnya memberikan pengarahan kepada seluruh prajurit dan Jalasenastri di jajarannya baik secara formal maupun nonformal dapat benar-benar mencegah masuknya pengaruh-pengaruh buruk dari luar termasuk faham radikalisme dan atau terorisme pada para prajurit, Jalasenastri dan keluarganya.***

Ka. Biro Talaud : Vincent L

Editor  : Henry P

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed