oleh

Bupati E2L,; Sekarang Dalam Masa Tahapan CPMI, Bagi Yang Lulus Akan Mendapatkan Biaya Sebesar 2 Juta Rupiah

Talaud – tablioidjejak.co.id Program Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang ada di sejumlah Daerah di Sulawesi Utara tujuan ke jepang yang diprakarsai oleh Bupati Kabupaten Talaud dr.Elly Engelbert Lasut.ME, bekerja sama dengan PT.KOBA akan diberangkatkan setelah selesay tahap seleksi akhir, Kamis (29-07-2021)

“Untuk sekarang ini mengenai CPMI ke Jepang, sudah dalam tahap penyesuaian dan masing masing peserta akan mendapat uang sebesar RP.2.000.000,00 (dua juta rupiah) per orang bagi mereka yang akan berangkat atau yang lulus seleksi tahap akhir”,terang Orang nomor satu di Kab Kepl Talaud.

Lanjut Bupati ,Sekarang ini kami dari pihak pemerintah akan berkoordinasi dengan pihak perbankan mengenai kredit pembiayaan bagi CPMI yang akan berangkat atau bagi mereka yang lulus dan masing masing akan mendapatkan biaya kredit sebesar 23.000.000,00 juta per orang bagi mereka yang lolos seleksi tahap akhir,ujar Bupati E2L.

“Untuk biaya sebesar 23.000.000,00 (dua puluh tiga juta) masing masing CPMI yang lulus akan mengajukan ke pihak Bank yang bersangkutan dan dari pihak Bank akan menerima ajuan mengenai pembiayaan kredit untuk yang akan berangkat ke Jepang sebagai CPMI bagi mereka yang lulus,tambahnya saat di wawancarai langsung oleh awak media beberapa waktu lalu di kediamannya.

“Kami selaku Pemerintah juga para panitia pelaksana akan mengumumkan kapan akan di laksanakan pertemuan bagi CPMI nanti, karena di masa masa sekarang masi bergelut dengan suasana C-19 dan dengan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sehingga panitia pelaksana tidak bisa lakukan jadwal pertemuan. kita akan melihat kedepannya kalau bagaimana keadaan mengenai sekarang ini yang masi dalam suana C-19.jika sudah ada perkembangan nanti akan di lakukan pertemuan, ungkap Bupati pada awak media tabloidjejak.co.id pada Jumat , (16-07-2021) di kediamannya.

Saat ini tenaga pengajar dari PT KOBA ada di Jakarta yang sedang bergelut dengan C-19 sehingga tidak bisa melakukan pelatihan,dan tidak bisa daring.

Saya berharap agar para CPMI untuk sementara waktu lakukan latihan di rumah belajar mengenai bahasa jepang karena salah satunya yang akan menunjang karir saat sudah di berangkat untuk bekerja di Negara jepang,Pungkas Bupati.

Vins

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed